Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Indosat Janji Patuh Aturan Rollover, Seluruh Paket Masih Dikaji

Indosat Janji Patuh Aturan Rollover, Seluruh Paket Masih Dikaji Kredit Foto: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Indosat Ooredoo Hutchison menyatakan siap menerapkan kebijakan rollover kuota internet sesuai arahan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Perusahaan tengah mengevaluasi seluruh lini produknya untuk mengidentifikasi paket yang masih memerlukan penyesuaian agar memenuhi ketentuan pemerintah.

SVP Head of Partnership & Innovation Indosat Ooredoo Hutchison Reno Rizki Yudha mengatakan, saat ini mekanisme rollover atau penggunaan sisa kuota pada periode berikutnya baru diterapkan pada sebagian produk. Namun, perusahaan menyatakan akan mengikuti regulasi apabila pemerintah mewajibkan fitur tersebut tersedia di seluruh paket internet.

“Saat ini memang baru sebagian paket yang mematuhi ketentuan tersebut. Namun, jika nantinya diwajibkan untuk seluruh paket, kami pasti akan mematuhinya. Intinya, apa pun regulasi yang diminta, kami pasti akan patuh,” ujar Reno saat ditemui di Kantor Indosat, Kamis (15/10/2026).

Reno menjelaskan, evaluasi perlu dilakukan secara menyeluruh karena Indosat memiliki beragam produk di bawah dua merek, yakni IM3 dan Tri. Perusahaan masih mengidentifikasi produk yang perlu disesuaikan dengan ketentuan tersebut.

“Kita masih assessment. Terus terang lini produk kita kan banyak untuk dua brand, ya, tidak hanya IM3, tetapi juga Indosat punya Tri. Jadi, pasti kita akan melakukan assessment-nya menyeluruh di bagian-bagian yang memang masih harus comply,” ujarnya.

Menurut Reno, Indosat juga memperhatikan transparansi dalam penerapan fitur rollover agar pelanggan memahami manfaat paket yang dibeli. Ia menyebut sejumlah paket tertentu telah memungkinkan sisa kuota digunakan pada periode berikutnya.

“Kalau sekarang ada paket istimewa kita, secara bentuk nyatanya memang memberikan kuota rollover juga. Jadi, pelanggan tidak perlu takut dengan membeli kuota itu, walaupun tidak habis, bisa dibawa ke depan dan itu transparan,” katanya.

Di sisi lain, penerapan kebijakan rollover berlangsung di tengah keluhan konsumen mengenai harga paket internet. Menanggapi hal tersebut, Reno mengatakan harga perlu dinilai bersama jumlah kuota dan manfaat layanan yang diterima pelanggan atau value for money.

Baca Juga: Kepatuhan Rollover Kuota Internet Baru 70%, Komdigi Tagih Operator Seluler

Baca Juga: Komdigi Ungkap Kuota Internet Belum Terlindungi, Operator Diminta Berbenah

Ia mencontohkan paket internet seharga Rp50.000 yang sebelumnya menawarkan kuota sekitar 12 GB, sedangkan kini dapat memberikan kuota 18 GB hingga 20 GB. Menurutnya, perbandingan jumlah kuota dan harga perlu menjadi pertimbangan dalam menilai manfaat paket internet.

“Jadi, sebaiknya tidak hanya melihat besaran harganya, melainkan value for money-nya. Makin ke sini, nilai manfaat yang diterima konsumen justru makin tinggi,” ujarnya.

Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Digital melaporkan bahwa Indosat memiliki 94 paket dengan skema perlindungan sisa kuota atau rollover. Dari jumlah tersebut, 23 paket menggunakan mekanisme rollover, sedangkan 71 paket lainnya masih mengandalkan notifikasi peringatan pada H-7 atau H-2 sebelum masa aktif berakhir.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Annisa Nurfitri