Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Tak Cukup Sediakan Lahan, KEK Industropolis Batang Perkuat Layanan untuk Tenant

Tak Cukup Sediakan Lahan, KEK Industropolis Batang Perkuat Layanan untuk Tenant Kredit Foto: KEK Industropolis Batang
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kepercayaan pelaku industri terhadap prospek bisnis di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang menguat. Hasil Customer Satisfaction Survey (CSS) Semester I 2026 menunjukkan 74,07% responden optimistis atau sangat optimistis terhadap prospek bisnis mereka dalam satu tahun ke depan.

Survei yang melibatkan 59 responden dari 12 perusahaan tenant manufaktur aktif tersebut juga mencatatkan Net Promoter Score (NPS) sebesar +54,24, naik dari +50,00 pada periode sebelumnya. Sementara itu, Customer Engagement Index(CEI) meningkat 4,42%.

Penguatan indikator kepuasan dan keterlibatan tenant tersebut menjadi salah satu dasar evaluasi pengelola kawasan untuk meningkatkan kualitas layanan dan mendukung keberlangsungan operasional industri.

Direktur Operasional KEK Industropolis Batang Nurjaman mengatakan, pengembangan kawasan harus berorientasi pada kebutuhan industri, termasuk keandalan infrastruktur dan utilitas serta peningkatan kualitas layanan.

“Kepuasan tenant bukan sekadar capaian dalam angka, tetapi cerminan upaya kami memastikan kawasan mampu mendukung keberlangsungan operasional industri. Hasil survei ini menjadi dorongan untuk terus meningkatkan keandalan infrastruktur dan utilitas, memperkuat kualitas layanan, serta merespons kebutuhan tenant secara lebih terarah,” ujar Nurjaman.

Menurut dia, pengelola ingin memastikan setiap pelaku industri di KEK Industropolis Batang memiliki fondasi yang kuat untuk tumbuh dan meningkatkan daya saing.

Dari sisi penanganan keluhan, sebanyak 77 dari 98 keluhan yang tercatat sepanjang Semester I 2026 telah diselesaikan hingga tuntas. Tingkat penyelesaian tersebut mencapai 78,57%, meningkat dibandingkan 21,33% pada 2025.

Selain itu, sebanyak 96 keluhan atau 97,96% telah memperoleh respons awal. Data tersebut menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki respons pengelola terhadap kebutuhan tenant.

Hasil evaluasi juga mencatat kinerja positif pada utilitas utama, khususnya sistem drainase dan pasokan air bersih industri. Kedua aspek tersebut dinilai menopang operasional kawasan.

Ke depan, penguatan layanan akan difokuskan pada optimalisasi konektivitas dan logistik, kelengkapan fasilitas umum, penerangan jalan, aksesibilitas, serta efisiensi administrasi.

Bagi investor, daya tarik kawasan industri tidak hanya bergantung pada ketersediaan lahan dan infrastruktur. Konsistensi pengelola dalam menjaga kualitas layanan dan memenuhi kebutuhan operasional perusahaan juga menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem bisnis yang kompetitif.

Selain peningkatan layanan kawasan, KEK Industropolis Batang mendorong pengembangan sumber daya manusia untuk memenuhi kebutuhan industri.

Salah satu inisiatif yang dijalankan adalah PRIMA 2026 (Program Resiliensi untuk Industri Masa Depan), yang telah melatih 160 siswa sekolah menengah kejuruan (SMK).

Program tersebut didukung kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Semarang, serta PT Trax Sumbiri Indo untuk mempersiapkan tenaga kerja menghadapi kebutuhan industri.

Laporan CSS juga merekomendasikan pengembangan portal lowongan kerja terpadu dan program pelatihan untuk menjembatani kebutuhan perusahaan dengan ketersediaan tenaga kerja yang sesuai.

Rekomendasi tersebut menjadi salah satu masukan bagi pengelola kawasan dalam memperkuat ekosistem industri sekaligus meningkatkan kesesuaian kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan perusahaan.

Dengan visi Smart, Green, and Sustainable, KEK Industropolis Batang menyatakan akan melanjutkan evaluasi layanan, memperkuat kemitraan dengan tenant, dan mengembangkan kapasitas sumber daya manusia.

Hasil CSS Semester I 2026 menjadi dasar bagi pengelola untuk memetakan prioritas perbaikan layanan. Upaya tersebut diarahkan untuk memperkuat daya saing kawasan sekaligus mendukung pertumbuhan industri dan masyarakat sekitar.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri