Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Rupiah Anjlok ke Rp18.021, BI Guyur Intervensi Valas hingga Pembelian SBN

Rupiah Anjlok ke Rp18.021, BI Guyur Intervensi Valas hingga Pembelian SBN Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah pada perdagangan Jumat (16/10/2026). Mata uang Garuda tembus ke level psikologis di Rp18.021 per dolar AS atau melemah 83 poin dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.938 per dolar AS.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea, menjelaskan tekanan terhadap pasar keuangan Indonesia tidak terlepas dari perkembangan global. Meski demikian, pergerakan Rupiah masih relatif sejalan dengan mata uang negara-negara kawasan. 

“Secara umum, pergerakan Rupiah masih sejalan dengan mata uang kawasan, dengan pelemahan terbatas sebesar 0,28% secara quarter-to-date (QTD),” kata Erwin dalam pernyataan tertulis, Jumat (16/10/2026). 

Erwin menyebut arus keluar dana asing dari aset portofolio domestik masih berlanjut di tengah meningkatnya sentimen risk-off global. Kondisi tersebut mendorong penguatan dolar Amerika Serikat (AS) sekaligus menekan pasar keuangan domestik. 

Di tengah tekanan tersebut, cadangan devisa Indonesia tercatat sebesar US$146,3 miliar pada akhir September 2026. Posisi ini tetap terjaga ketika pasar keuangan domestik menghadapi tekanan akibat meningkatnya preferensi investor terhadap aset yang dinilai lebih aman. 

Untuk meredam tekanan terhadap Rupiah, BI melanjutkan intervensi di pasar valuta asing, baik di luar negeri maupun di dalam negeri. Erwin menyebut langkah tersebut dilakukan melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. 

Baca Juga: Rupiah Tembus ke Level Rp18.000 per Dolar AS, Tertekan Evaluasi MSCI

Baca Juga: Rupiah Anjlok ke Rp17.938 per Dolar AS, Tertekan Isu Evaluasi MSCI

“Bank Indonesia berkomitmen untuk terus hadir di pasar guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah sesuai fundamentalnya dan memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik,” ujar Erwin. 

Selain intervensi, BI juga menjaga kecukupan likuiditas dan mengelola struktur suku bunga di pasar uang. Bank sentral turut memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan korporasi, pelaku pasar, serta pihak terkait lainnya untuk menjaga stabilitas pasar keuangan domestik.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Aryo Hadi Wibowo
Editor: Dwi Aditya Putra