Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp18.156 per USD

Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp18.156 per USD Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Warta Ekonomi, Jakarta -

Nilai tukar rupiah belum mampu memanfaatkan pelemahan indeks dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Rupiah justru ditutup melemah pada perdagangan Senin (2/11/2026), meskipun sejumlah indikator ekonomi domestik menunjukkan perkembangan positif.

Rupiah ditutup di level Rp18.156 per dolar AS. Posisi tersebut melemah 9 poin dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp18.147 per dolar AS.

“Pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup melemah 9 poin, sebelumnya sempat melemah 35 poin di level Rp18.156 dari penutupan sebelumnya di level Rp18.147,” tulis Direktur PT Traze Andalan Futures sekaligus pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, dalam keterangannya, Senin (2/11/2026).

Pelemahan rupiah terjadi ketika indeks dolar AS mengalami penurunan. Dari sisi eksternal, pasar masih mencermati perkembangan konflik Timur Tengah, terutama peluang diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran serta situasi di Selat Hormuz yang menjadi jalur penting perdagangan energi dunia.

Prospek pembicaraan diplomatik memang memberikan sedikit kelegaan bagi pasar. Namun, risiko eskalasi militer masih membayangi, terlebih di tengah pernyataan hawkish sejumlah pejabat Federal Reserve (The Fed) yang membuka peluang kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Dari dalam negeri, Indonesia sebenarnya memiliki sejumlah sentimen positif. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan September 2026 surplus US$3,36 miliar, dengan nilai ekspor US$27,59 miliar dan impor US$24,23 miliar. Surplus tersebut berpotensi mendukung fundamental rupiah, meskipun belum otomatis mendorong penguatan nilai tukar.

Inflasi Indonesia pada Oktober 2026 tercatat sebesar 0,22% secara bulanan dan 3,23% secara tahunan. Sementara itu, aktivitas manufaktur juga menunjukkan ekspansi, dengan PMI Manufaktur S&P Global meningkat menjadi 54 pada Oktober 2026 dari 52,4 pada bulan sebelumnya.

Baca Juga: Rupiah Dibuka Melemah ke Level Rp18.158 per Dolar AS pada Senin Pagi

Baca Juga: Rupiah Ditutup Melemah ke Rp18.147 per Dolar AS, Dibayangi Konflik AS-Iran hingga Isu Politik

Untuk perdagangan Selasa (3/11/2026), Ibrahim memperkirakan rupiah masih bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah.

"Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp18.150-Rp18.200,” tulisnya.

Adapun sepanjang pekan ini, rupiah diperkirakan bergerak dalam rentang Rp18.000-Rp18.320 per dolar AS.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Aryo Hadi Wibowo
Editor: Dwi Aditya Putra

Tag Terkait: