Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Dedi Mulyadi Akui Gibran Punya Keistimewaan: Lampaui Politisi Senior

Dedi Mulyadi Akui Gibran Punya Keistimewaan: Lampaui Politisi Senior Kredit Foto: BPMI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dinilai memiliki keistimewaan dalam membaca arah politik di era digital. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bahkan menyebut kemampuan literasi digital Gibran jauh melampaui para politisi senior, terutama dalam membaca tren media sosial hingga menciptakan pernyataan yang cepat menjadi viral.

Penilaian tersebut kembali menjadi sorotan setelah video lawas Dedi Mulyadi beredar luas usai diunggah ulang oleh Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Bestari Barus.

Dalam video tersebut, Dedi menyoroti sejumlah modal politik Gibran, mulai dari karakter yang dibentuk melalui lingkungan keluarga hingga kemampuannya memanfaatkan media sosial untuk menguasai perbincangan publik.

Baca Juga: Pakar Heran DPR Diam soal Ijazah Gibran: Ada Apa dengan Parpol?

“Gibran memiliki literasi digital yang jauh melampaui para politisi senior. Ia piawai membaca tren media sosial, mendesain narasi, dan melahirkan celetukan unik yang secara cepat mampu menguasai perbincangan publik dan menjadi viral," ungkap Dedi. 

Menurut Dedi, kemampuan tersebut menjadi aspek penting dalam dunia politik saat ini. Media sosial bukan sekadar sarana menyampaikan pesan, tetapi juga ruang untuk membangun citra, merespons isu, dan menjangkau masyarakat secara langsung.

Tak hanya menyoroti kecakapan digital, Dedi juga menilai Gibran memiliki karakter personal yang menjadi bagian dari kekuatan dirinya. Ia menyinggung latar belakang Gibran sebagai putra sulung mantan Presiden Joko Widodo yang tumbuh dengan budaya Jawa dan tradisi Solo.

Baca Juga: Demokrat: Pansus Ijazah Justru Bisa Untungkan Gibran

“Dia itu adalah anak Pak Jokowi. Karena anaknya Pak Jokowi, dia ngerti betul kebudayaan Jawa. Dia ngerti betul bagaimana tradisi Solo. Mas Gibran pasti mendapat pendidikan sangat kuat tentang etika, tentang budi pekerti dalam keluarga, dalam bahasa kesehariannya tentang adab,” kata Dedi. 

Dedi turut memperhatikan sikap Gibran ketika berhadapan dengan orang lain. Menurutnya, ketenangan dan sikap menghormati orang yang lebih tua merupakan bagian dari karakter yang patut diperhitungkan dalam menilai seorang tokoh politik.

“Yang kedua yang diberikan oleh Mas Gibran tentang sikap, adab, tenang, hormat kepada semua. Selalu membungkukkan badan ketika bertemu dengan yang lebih tua, tidak kelihatan emosional,” ungkapnya.

Dari berbagai aspek tersebut, Dedi menilai Gibran telah mencapai tahap kemapanan. Ia juga mengingatkan para elite politik agar tidak hanya menilai seseorang dari perkataan atau penampilan di hadapan publik.

“Hati-hati terhadap Mas Gibran. Yang lain politisinya polos-polos, bersikap hanya dengan kata-katanya, tapi tidak dengan rasanya,” tambah Dedi.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri