Bencana Alam Berisiko Ganggu Penerbangan, Asuransi Perjalanan Dinilai Makin Penting
Kredit Foto: Antara/Fauzan
Gangguan penerbangan akibat bencana alam dapat menimbulkan kerugian finansial bagi penumpang, mulai dari pembatalan perjalanan hingga biaya tambahan untuk akomodasi dan perubahan rute. Kondisi ini membuat asuransi perjalanan dinilai penting sebagai bentuk perlindungan selama bepergian.
PT Great Eastern General Insurance Indonesia (GEGI) menilai asuransi perjalanan atau travel insurance dapat membantu masyarakat menghadapi risiko kerugian tak terduga, termasuk akibat bencana alam yang memengaruhi operasional penerbangan.
Marketing Director Great Eastern General Insurance Indonesia Linggawati Tok mengatakan, asuransi perjalanan tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi juga bagian dari pengelolaan risiko bagi pelaku perjalanan.
“Travel insurance dirancang untuk membantu konsumen menghadapi berbagai risiko perjalanan yang tidak terduga jadi mempunyai Travel Insurance bukan lagi sekadar pelengkap perjalanan, melainkan bagian penting dari manajemen risiko bagi setiap pelaku perjalanan,” ujarnya.
Menurut Linggawati, gangguan seperti abu vulkanik dan kabut asap dapat memutus koneksi penerbangan lanjutan. Dalam kondisi tertentu, asuransi perjalanan dapat memberikan penggantian atas kerugian finansial akibat keterlambatan transportasi umum yang disebabkan cuaca buruk, bencana alam, hingga penutupan bandara, sesuai ketentuan polis.
Perlindungan tersebut juga dapat mencakup manfaat tambahan, seperti biaya hotel, pengalihan rute perjalanan, dan pengalihan penerbangan ke bandara alternatif.
Selain risiko gangguan transportasi, asuransi perjalanan dapat memberikan penggantian biaya pengobatan yang wajar akibat sakit atau cedera selama perjalanan. Manfaat ini juga dapat mencakup tindak lanjut pengobatan setelah nasabah kembali ke kota asal, sesuai ketentuan polis.
Hal yang Perlu Disiapkan Sebelum Bepergian
Linggawati mengimbau masyarakat untuk melakukan sejumlah persiapan sebelum bepergian guna mengantisipasi risiko bencana alam dan gangguan perjalanan.
Wisatawan disarankan memantau informasi cuaca dan kondisi alam dari sumber resmi, memastikan jadwal penerbangan serta kondisi terkini destinasi, dan menyimpan dokumen perjalanan dengan aman.
Calon penumpang juga perlu mengetahui prosedur bantuan darurat selama perjalanan serta memilih perlindungan asuransi perjalanan yang sesuai dengan kebutuhan.
Cara Mengajukan Klaim Asuransi Perjalanan
Apabila bencana alam menyebabkan pembatalan atau keterlambatan perjalanan, nasabah perlu menyiapkan dokumen pendukung untuk mengajukan klaim.
Pertama, simpan seluruh dokumen perjalanan dan bukti gangguan dari maskapai atau penyedia jasa transportasi. Dokumen tersebut antara lain tiket, boarding pass, serta pemberitahuan resmi mengenai pembatalan, keterlambatan, atau perubahan jadwal.
Kedua, segera laporkan kejadian dan ajukan klaim kepada perusahaan asuransi sesuai ketentuan yang berlaku.
Ketiga, lengkapi dokumen pendukung yang dibutuhkan agar perusahaan asuransi dapat melakukan verifikasi dan menyelesaikan klaim secara optimal.
Linggawati mengungkapkan, hampir separuh pengajuan klaim travel insurance yang diterima Great Eastern General Insurance sepanjang September 2026 berasal dari nasabah yang terdampak gangguan perjalanan akibat aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Gangguan tersebut meliputi pembatalan perjalanan, keterlambatan, serta perubahan jadwal penerbangan.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: