Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Tiga Sahamnya Turun Tajam, Prajogo Pangestu Siapkan Rp2,5 Triliun untuk Buyback

Tiga Sahamnya Turun Tajam, Prajogo Pangestu Siapkan Rp2,5 Triliun untuk Buyback Kredit Foto: Barito Pacific
Warta Ekonomi, Jakarta -

Tiga emiten yang terafiliasi dengan konglomerat Prajogo Pangestu menyiapkan dana jumbo senilai total Rp2,5 triliun untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback. Aksi korporasi ini dijadwalkan berlangsung mulai 19 Oktober hingga 31 Desember 2026.

Ketiga emiten tersebut adalah PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN). Dana buyback yang disiapkan masing-masing perusahaan mencapai ratusan miliar hingga Rp1 triliun.

Secara rinci, BRPT mengalokasikan dana sebesar Rp1 triliun, BREN sebesar Rp1 triliun, sedangkan CUAN menyiapkan Rp500 miliar. Dengan demikian, total anggaran buyback ketiganya mencapai Rp2,5 triliun.

Dana untuk melaksanakan aksi buyback tersebut akan bersumber dari kas internal masing-masing perusahaan. Perseroan menyatakan telah menyiapkan dana yang berasal dari kelebihan kas dan dinilai tidak akan mengganggu kelangsungan operasional maupun kegiatan usaha.

Penggunaan dana buyback juga mencakup biaya transaksi, komisi perantara perdagangan efek, serta biaya lain yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelian kembali saham. Dalam pelaksanaannya, BREN menunjuk BNI Sekuritas sebagai perantara perdagangan efek, sementara BRPT menunjuk Sucor Sekuritas. Adapun CUAN menunjuk BNI Sekuritas dan Trimegah Sekuritas.

Baca Juga: Emiten Prajogo (CUAN) Siapkan Rp500 Miliar untuk Buyback, Respons Saham Anjlok?

Baca Juga: Low Tuck Kwong Kembali Jadi Orang Terkaya RI, Geser Prajogo Pangestu

Baca Juga: Grup Barito Pacific Didenda Rp600 Miliar

Manajemen masing-masing perusahaan meyakini bahwa aksi buyback tidak akan memberikan dampak negatif terhadap kegiatan usaha. Hal ini didukung oleh ketersediaan modal kerja dan arus kas yang dinilai memadai untuk membiayai transaksi tersebut.

Selain itu, pelaksanaan buyback diperkirakan tidak akan menyebabkan penurunan pendapatan perusahaan. Langkah ini diharapkan memberikan fleksibilitas bagi perseroan untuk mengelola struktur permodalan secara lebih efisien.

Buyback juga diharapkan dapat membantu mencerminkan kinerja perusahaan melalui harga sahamnya. Meski demikian, dampak aksi korporasi tersebut terhadap pergerakan saham BRPT, BREN, dan CUAN tetap akan bergantung pada kondisi pasar serta respons investor.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan