- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Saham BBCA Anjlok 6,84%, BCA Lanjutkan Buyback pada 19–21 Oktober 2026
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) akan melanjutkan aksi pembelian kembali (buyback) saham pada 19–21 Oktober 2026. Langkah ini dilakukan setelah saham BBCA merosot 6,84% hingga menyentuh batas auto reject bawah (ARB) pada perdagangan Senin (19/10), ke level Rp4.820 per saham.
Aksi buyback tersebut merupakan bagian dari program yang telah mendapat persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2025 pada 12 Maret 2026.
Presiden Direktur BCA Hendra Lembong mengatakan, pelaksanaan buyback mencerminkan optimisme perseroan terhadap prospek pasar modal Indonesia sekaligus keyakinan terhadap fundamental bisnis perusahaan.
“Buyback juga menjadi wujud keyakinan BCA atas fundamental bisnis perseroan, sekaligus untuk mendukung stabilisasi pasar modal Indonesia,” kata Hendra dalam keterangan tertulisnya, Senin (19/10/2026).
Hendra menegaskan, BCA senantiasa menjalankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG) serta mematuhi seluruh peraturan dan ketentuan yang berlaku dalam pelaksanaan aksi korporasi tersebut.
Baca Juga: Tiga Sahamnya Turun Tajam, Prajogo Pangestu Siapkan Rp2,5 Triliun untuk Buyback
Baca Juga: BEI-OJK Temui MSCI Sore Ini, Minta Kejelasan soal Status Pasar Saham RI
Baca Juga: Emiten Prajogo (CUAN) Siapkan Rp500 Miliar untuk Buyback, Respons Saham Anjlok?
Sebagai informasi, program buyback BBCA berlangsung selama 12 bulan, terhitung sejak 12 Maret 2026 hingga 11 Maret 2027.
Dengan demikian, pembelian kembali saham pada 19–21 Oktober 2026 merupakan kelanjutan dari program buyback yang sebelumnya telah direalisasikan pada April dan Juni 2026.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: