Danantara Bidik Pendapatan US$7 Miliar dari Industri Data Center
Kredit Foto: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) membidik pendapatan hingga US$7 miliar melalui pengembangan industri pusat data (data center) di Indonesia. Target tersebut ingin dicapai dengan meningkatkan keterlibatan dalam pembangunan infrastruktur data center, tidak hanya mengandalkan penyewaan lahan.
Chief Technology Officer (CTO) Danantara Sigit Puji Santosa mengatakan, investasi pembangunan data center berpotensi memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi Indonesia.
“Kalau kita hanya menyewakan lahan, economic impact-nya tidak besar. Investasi US$3 hingga US$4 miliar, tapi revenue kita hanya sekitar US$100-150,” ujar Sigit dalam konferensi pers Danantara terkait penyelenggaraan Danantara Technology and Innovation Forum (DTIFF), Senin (19/10/2026).
Menurut Sigit, potensi pendapatan dapat meningkat menjadi US$1,5 miliar hingga US$7 miliar jika Indonesia turut mengembangkan teknologi dan infrastruktur pendukung data center, termasuk chip semikonduktor dan sistem kendali berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
"Nah, itu kita bisa revenue-nya US$1,5 sampai US$7 miliar,” katanya.
Sigit mengatakan, Danantara telah menandatangani kontrak kerja sama dengan industri di Inggris untuk mengembangkan enam sektor industri, termasuk pusat data. Pengembangan tersebut juga berkaitan dengan kebutuhan teknologi semikonduktor yang menjadi bagian penting dalam infrastruktur digital.
“Begitu kita bekerja sama dengan industri yang ada di UK, kita sudah tanda tangan kontrak. Kita ada enam sektor industri yang akan kita bangun, salah satunya adalah data center,” ujar Sigit.
Baca Juga: Meutya Hafid Bela Dedi Mulyadi Soal Penghentian Data Center AI Milik BDx
Baca Juga: Gencar Kampanyekan AI, Gibran Disentil usai Dedi Mulyadi Setop Sementara Proyek Data Center
Lebih lanjut, Sigit menjelaskan bahwa pengembangan pusat data tidak hanya berfokus pada fasilitas berskala besar atau hyperscale, tetapi juga mencakup pusat data yang dirancang untuk mendukung kebutuhan komputasi AI.
Terkait tantangan sosial dalam pembangunan infrastruktur, Sigit mengatakan Danantara akan berupaya menyelesaikan persoalan yang muncul agar pengembangan industri dapat memberikan dampak ekonomi.
“Kita jangan terlalu banyak berpolemik terkait dengan isu-isu sosial. We will solve it, karena tujuan utamanya adalah nanti akan ke economic impact (efek ekonomi),” ujarnya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Annisa Nurfitri