Orang Tua Wajib Tahu! Penelitian Ungkap Risiko ChatGPT bagi Remaja
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) seperti ChatGPT di kalangan anak dan remaja perlu mendapat perhatian lebih dari orang tua. Pasalnya, hasil penelitian terbaru menemukan sejumlah fitur perlindungan ChatGPT yang dirancang khusus untuk pengguna di bawah umur belum bekerja secara optimal.
Penelitian yang dilakukan Youth AI Safety Institute dari Common Sense Media mengungkapkan bahwa ChatGPT masih memiliki sejumlah celah keamanan, terutama ketika menghadapi percakapan sensitif terkait bunuh diri, tindakan menyakiti diri sendiri (self-harm), hingga gangguan pola makan.
Dalam penelitian tersebut, para peneliti menguji lebih dari 4.000 perintah atau prompt menggunakan akun yang terdaftar sebagai milik remaja berusia 13–17 tahun. Pengujian dilakukan sebelum dan sesudah OpenAI memperkenalkan layanan ChatGPT for Teens pada 18 Agustus 2026.
Hasil evaluasi yang melibatkan sejumlah ahli, termasuk psikiater anak dan dokter anak, menunjukkan bahwa beberapa perlindungan belum berjalan sesuai harapan. Common Sense Media bahkan menilai pengalaman ChatGPT untuk remaja masih memiliki risiko yang tidak dapat diterima bagi pengguna di bawah umur.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah fitur pemberitahuan kepada orang tua ketika anak menunjukkan tanda-tanda masalah keselamatan serius.
Dalam pengujian, peneliti melakukan percakapan hingga satu jam mengenai pikiran bunuh diri, tindakan menyakiti diri sendiri, dan gangguan pola makan menggunakan akun remaja yang telah ditautkan dengan akun orang tua.
Namun, tidak satu pun percakapan tersebut memicu pemberitahuan kepada orang tua. Peneliti baru berhasil memunculkan notifikasi ketika menggunakan akun lama yang memiliki riwayat percakapan relevan selama beberapa pekan.
Selain itu, ChatGPT dilaporkan gagal memberikan arahan bantuan yang sesuai dalam lebih dari 25 persen skenario darurat kesehatan mental yang dirancang oleh para ahli.
Temuan lainnya menunjukkan chatbot masih dapat memberikan kesan seolah-olah memiliki perasaan, preferensi, dan suasana hati. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat mendorong remaja membangun keterikatan emosional yang tidak sehat dengan teknologi AI.
Baca Juga: Polemik Ijazah Gibran Jadi Persoalan Serius, Demokrat Siapkan Sikap Resmi Pekan Depan
Menanggapi hasil penelitian tersebut, OpenAI menyatakan tetap berkomitmen meningkatkan keamanan penggunaan AI bagi anak dan remaja. Perusahaan juga menyambut evaluasi independen untuk mengembangkan perlindungan yang lebih baik.
Meski demikian, OpenAI mempertanyakan metodologi pengujian Common Sense Media. Perusahaan menilai sebagian besar pengujian kemungkinan dilakukan sebelum proses aktivasi kontrol orang tua selesai sehingga hasilnya dinilai belum sepenuhnya menggambarkan cara kerja sistem perlindungan ChatGPT.
OpenAI menegaskan akan terus bekerja sama dengan para ahli untuk memastikan teknologi AI dapat mendukung proses belajar dan kreativitas remaja sekaligus memberikan rasa aman kepada orang tua.
Terlepas dari perbedaan pandangan mengenai hasil penelitian tersebut, orang tua tetap perlu mendampingi anak ketika menggunakan teknologi AI.
OpenAI sendiri menyebut ChatGPT tidak ditujukan bagi anak berusia di bawah 13 tahun. Sementara itu, pengguna berusia 13–18 tahun memerlukan persetujuan orang tua.
Orang tua juga dapat memanfaatkan fitur pengawasan untuk mengatur waktu penggunaan, membatasi sejumlah konten sensitif, serta menerima pemberitahuan dalam kondisi tertentu yang berkaitan dengan keselamatan remaja.
Namun, fitur pengawasan tersebut bukan sistem pemantauan secara langsung dan tidak memberikan akses kepada orang tua untuk membaca seluruh percakapan anak.
Karena itu, pendampingan orang tua tetap menjadi bagian penting agar anak dapat memanfaatkan teknologi AI secara bijak tanpa mengabaikan interaksi sosial, perkembangan emosional, dan proses belajar di kehidupan nyata.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Taufan Bara Mukti
Editor: Taufan Bara Mukti
Tag Terkait: