Singapura Semprot Pernyataan Pejabat RI soal Klaim Oksigen dari Hutan RI
Kredit Foto: IG @kshanmugam_
Menteri Senior Singapura K. Shanmugam menyayangkan pernyataan pejabat Indonesia yang menyebut hutan Indonesia memasok oksigen ke Singapura ketika tidak terjadi kabut asap. Namun, ia mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto dalam menangani kebakaran hutan dan lahan yang memicu kabut asap lintas negara.
Shanmugam menilai pernyataan tersebut tidak tepat ketika masyarakat di kawasan Asia Tenggara tengah merasakan dampak kebakaran hutan. Menurutnya, persoalan kabut asap bukan semata-mata fenomena alam, melainkan juga berkaitan dengan perilaku perusahaan yang melanggar aturan demi mengejar keuntungan.
"Sejujurnya, tidak tepat mengatakan hal ini ketika seluruh kawasan terdampak perilaku buruk perusahaan yang melanggar peraturan di Indonesia, dan masyarakat yang paling menderita justru adalah rakyat Indonesia sendiri," ujar Shanmugam kepada media mengutip Channel NewsAsia Singapura, Senin (19/10/2026).
Ia merujuk pada pernyataan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Indonesia Syahganda Nainggolan pada 10 Oktober 2026. Saat itu, Syahganda membela Indonesia dari kritik mengenai kabut asap lintas negara dengan menyatakan bahwa ketika tidak ada kabut asap, hutan Indonesia memasok oksigen ke Singapura dan Malaysia.
Syahganda juga menyebut kebakaran hutan sebagai fenomena alam yang berada di luar kesalahan manusia.
Menanggapi hal tersebut, Shanmugam menegaskan bahwa kabut asap akibat pembakaran lahan sebenarnya dapat dicegah. Ia mengingatkan kembali pengalaman Singapura menghadapi kabut asap pada 2013 dan 2015, serta menyebut persoalan tersebut kembali muncul setelah beberapa tahun mereda.
Menurut Shanmugam, kabut asap telah berdampak serius terhadap kesehatan masyarakat Singapura, terutama warga lanjut usia, anak-anak, dan orang yang memiliki penyakit tertentu.
Meski menyayangkan pernyataan tersebut, Shanmugam mengapresiasi upaya Prabowo dan pemerintah Indonesia untuk menangani kebakaran hutan dan lahan.
Ia menyebut sejumlah langkah pemerintah Indonesia, antara lain pergantian pimpinan badan yang bertanggung jawab atas penanggulangan bencana dan pemadaman kebakaran, penerapan arahan untuk mencegah praktik tebang dan bakar di lahan gambut, serta penempatan pencegahan kebakaran sebagai solusi jangka panjang.
"Presiden secara pribadi telah menyampaikan komitmennya untuk menangani persoalan ini," kata Shanmugam.
Ia menilai sejumlah langkah tersebut menunjukkan pendekatan pemerintah Prabowo dalam menangani krisis kabut asap. Singapura juga menyambut baik persetujuan Indonesia untuk menerima bantuan asing guna memadamkan kebakaran.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Indonesia Arrmanatha Nasir menyampaikan bahwa pembahasan bantuan dari negara-negara tetangga telah memasuki tahap teknis. Namun, ia tidak merinci negara yang menawarkan bantuan maupun bentuk bantuan yang akan diberikan.
Shanmugam mengatakan Singapura telah menawarkan bantuan dan siap mendukung upaya Indonesia.
Di luar kerja sama penanganan kebakaran, pemerintah Singapura juga menyiapkan langkah untuk meminta pertanggungjawaban perusahaan yang terkait dengan kabut asap.
Shanmugam menegaskan Singapura akan menggunakan instrumen hukum, regulasi, dan ekonomi yang tersedia untuk menekan perusahaan terkait selama diperlukan. Pemerintah juga membuka kemungkinan memperkuat undang-undang secara mendesak.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa penanganan kabut asap tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga pada pertanggungjawaban pelaku usaha yang diduga melanggar ketentuan.
Baca Juga: Kabut Asap Bikin Sesak, Singapura Ancam Hantam Pendanaan Hingga Insentif Perusahaan Pemicu Karhutla
Bagi dunia usaha, pendekatan ini berpotensi meningkatkan risiko hukum dan reputasi bagi perusahaan yang terbukti terkait dengan kebakaran. Pemerintah Singapura sebelumnya juga menyatakan akan memeriksa berbagai jalur untuk menekan perusahaan, termasuk aspek pembiayaan dan hubungan mereka dengan investor.
Shanmugam mengatakan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong telah menjelaskan langkah pemerintah dalam menangani krisis tersebut pada pekan sebelumnya. Para menteri, lanjutnya, kini menindaklanjuti rencana itu.
Pemerintah Singapura menilai penyelesaian kabut asap membutuhkan penegakan aturan dan pencegahan kebakaran secara berkelanjutan. Di sisi lain, apresiasi terhadap langkah Prabowo menunjukkan bahwa kerja sama dengan Indonesia tetap menjadi bagian dari upaya menangani persoalan lingkungan yang berdampak lintas negara.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri