Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Nasdem: Tidak Mudah Memimpin 200 Juta Orang, Prabowo Harus Kuat

Nasdem: Tidak Mudah Memimpin 200 Juta Orang, Prabowo Harus Kuat Kredit Foto: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Warta Ekonomi, Jakarta -

Memasuki dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Partai NasDem menyampaikan pesan agar kepala negara tetap tegas dalam memimpin sekaligus tidak menutup telinga terhadap keluhan masyarakat.

Tantangan mengelola negara dengan lebih dari 200 juta penduduk dinilai tidak mudah, terlebih di tengah kebebasan bermedia sosial yang hampir tanpa batas.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai NasDem Hermawi Taslim memahami bahwa perjalanan pemerintahan Prabowo yang genap dua tahun pada 20 Oktober 2026 tidak selalu berjalan mulus. Menurutnya, besarnya jumlah penduduk dan derasnya aspirasi publik menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah.

Baca Juga: Teddy: 2 Tahun Pertama Prabowo Telah Dilalui Kerja Nyata dan Pengabdian

"Dua tahun perjalanan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tentu bukan perjalanan yang mudah dan lurus. Tidak mudah memimpin rakyat yang 200-an juta dengan kebebasan era medsos yang hampir tanpa batas," kata Hermawi kepada wartawan, Selasa (20/10/2026).

Di tengah tantangan tersebut, Hermawi berharap Prabowo tetap kuat dan sehat dalam menjalankan tugasnya. Ia juga menekankan pentingnya ketegasan presiden, terutama ketika menentukan orang-orang yang akan membantunya menjalankan roda pemerintahan.

"Ke depan Presiden Prabowo Subianto harus tetap kuat dan sehat serta tegas dalam kepemimpinannya, utamanya dalam memilih para pembantunya yang sungguh-sungguh pro kesejahteraan rakyat. Bravo Presiden Prabowo Subianto," ujarnya.

Baca Juga: Eks Menteri Duga Singapura Tekan MSCI agar Turunkan Kasta Pasar Saham RI: Saya Dapat Kabar...

Tak hanya soal kepemimpinan, NasDem turut mendorong pemerintah agar terus meningkatkan pelaksanaan seluruh program prioritas. Hermawi menilai pemerintah perlu semakin terbuka terhadap suara masyarakat agar berbagai kebijakan yang dijalankan tetap memperhatikan kebutuhan dan persoalan yang dihadapi rakyat.

Ia pun mengingatkan agar pemerintah tidak lelah menerima kritik maupun keluhan publik. Menurut Hermawi, kemampuan mendengar aspirasi masyarakat menjadi hal penting dalam perjalanan pemerintahan ke depan.

"Ke depan, pemerintah harus makin aspiratif. Tidak bosan-bosannya mendengar keluhan rakyat," ucap Hermawi.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri