Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Investasi KEK Tembus Rp382 Triliun, Serap 302 Ribu Tenaga Kerja

Investasi KEK Tembus Rp382 Triliun, Serap 302 Ribu Tenaga Kerja Kredit Foto: Istihanah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mencatat realisasi investasi kumulatif di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) mencapai Rp382,1 triliun sejak kawasan tersebut dibentuk. Investasi itu dibuntuti dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 302 ribu orang.

“Secara kumulatif sejak dibentuk KEK, realisasi investasi senilai Rp382,1 triliun dan serapan tenaga kerja sebesar 302 ribu,” kata Airlangga sesi wawancara terkait KEK, Selasa (21/10/2026).

Airlangga mengatakan, hingga September 2026, investasi di KEK mencapai Rp46 triliun. Realisasi tersebut turut menambah penyerapan tenaga kerja sebanyak 53 ribu orang sepanjang Januari hingga September 2026.

Dalam paparanya, Airlangga menjelaskan, saat ini, Indonesia memiliki 25 KEK yang tersebar di berbagai wilayah, terdiri dari tujuh kawasan di Jawa dan 18 kawasan di luar Jawa. Kawasan tersebut mencakup sektor industri, pariwisata, kesehatan, digital, teknologi, hingga jasa lainnya.

Airlangga menilai KEK menjadi salah satu instrumen strategis untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 8%. Menurut dia, kawasan tersebut memiliki tingkat efisiensi investasi yang lebih baik dibandingkan rata-rata nasional.

Ia menyebut angka Incremental Capital Output Ratio (ICOR) Indonesia berada di sekitar 6, sedangkan rata-rata ICOR di KEK berada di bawah 4. ICOR menggambarkan kebutuhan investasi untuk menghasilkan tambahan output ekonomi; semakin rendah angkanya, semakin efisien investasi dalam mendorong pertumbuhan.

Di sektor industri, Airlangga menyoroti potensi investasi KEK Kendal yang disebut mencapai Rp370 triliun dengan potensi penyerapan 250 ribu tenaga kerja. Sementara itu, KEK Gresik memiliki potensi investasi Rp264 triliun dan penyerapan tenaga kerja hingga 200 ribu orang.

“Pemerintah juga mendorong ekspansi kedua kawasan tersebut, dukungan perizinan dan perluasan lahan masih diperlukan untuk mengoptimalkan pengembangan kawasan industri,” kata Airlangga.

Baca Juga: ​Airlangga Akui Luas KEK Indonesia Kalah Jauh Dibanding Malaysia dan Vietnam

Baca Juga: Kenaikan Gaji Hakim: Menjaga Martabat Kekuasaan Kehakiman dan Memperkuat Keadilan

Di sektor digital, KEK Nongsa di Batam diarahkan untuk menarik investasi pusat data seiring tersambungnya kabel komunikasi bawah laut. Adapun KEK kesehatan di Sanur dan Batam didorong untuk mengembangkan layanan medis domestik.

Meski investasi kumulatif KEK telah mencapai ratusan triliun rupiah, besarnya kontribusi kawasan tersebut terhadap pertumbuhan ekonomi nasional tetap bergantung pada realisasi investasi, aktivitas produksi, dan penyerapan tenaga kerja yang benar-benar terjadi.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Aryo Hadi Wibowo
Editor: Dwi Aditya Putra