Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Searah Ajukan POD Geliga, Target Produksi Gas Dimulai 2029

Searah Ajukan POD Geliga, Target Produksi Gas Dimulai 2029 Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Warta Ekonomi, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur -

Searah, perusahan migas patungan Eni-Petronas tengah mengajukan rencana pengembangan atau Plan of Development (POD) untuk proyek Geliga Hub di lepas pantai Kalimantan Timur. Perusahaan menargetkan proyek tersebut mulai beroperasi pada 2029 dengan menggunakan fasilitas produksi, penyimpanan, dan pembongkaran terapung atau Floating Production, Storage and Offloading (FPSO) baru.

CEO Searah Muara Bakau Mirko Araldi mengatakan Geliga merupakan salah satu proyek yang disiapkan perusahaan untuk meningkatkan produksi gas dan kondensat di Indonesia. Dalam paparannya, dia menyebut lapangan tersebut ditemukan pada April 2026 dengan estimasi volume gas lebih dari 6 triliun kaki kubik atau trillion cubic feet (TCF).

“Selain itu, kami sedang mengajukan POD untuk pengembangan Geliga, yang kami temukan pada April 2026, dengan estimasi volume lebih dari 6 TCF,” ujar Mirko dalam sambutannya pada peresmian penerimaan gas Jangkrik North-East-6 (JNE#6) dan pengembangan Lapangan MAHA-South Hub di FPU Jangkrik, Kalimantan Timur, Kamis (22/10/2026).

Mirko menjelaskan, pengembangan Geliga Hub akan menggunakan FPSO dengan desain serupa fasilitas yang disiapkan untuk proyek Kutei North Hub.

“Dengan desain yang sama seperti FPSO Kutei North Hub, kami juga akan membangun FPSO lain untuk proyek Geliga Hub dengan target mulai beroperasi pada 2029. Fasilitas ini akan memiliki kapasitas pemrosesan gas 1.000 MMSCFD, kapasitas pemrosesan kondensat 80.000 barel per hari, dan kapasitas penyimpanan 1,4 juta barel,” kata Mirko.

Menanggapi hal itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meminta SKK Migas dan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempercepat proses perizinan dan kontrak untuk mendukung pengembangan lapangan migas. Dia juga meminta agar pengajuan POD yang baru masuk dapat segera diselesaikan.

“Ini saya harapkan agar kita sebagai pemerintah, khususnya Kepala SKK dan Dirjen, itu bisa melakukan percepatan-percepatan untuk mendorong dari sisi perizinan maupun dari sisi kontrak. Ada yang baru mengajukan POD, itu kalau bisa selesai,” ujar Bahlil.

Bahlil menegaskan bahwa percepatan produksi menjadi bagian penting dalam pengembangan sumber daya migas. Menurut dia, penemuan cadangan harus diikuti kemampuan untuk memproduksikannya.

Baca Juga: Searah Genjot Proyek Gas di Kaltim, Bidik Produksi 3 BCFD pada 2029

Baca Juga: Pesan Prabowo ke Bahlil: Kerja Cepat, Jangan Lambat dan Tak Langgar Aturan!

“Karena cadangan yang besar itu tidak akan mempunyai arti apa-apa kalau tidak mampu kita melakukan produksi. Kata kunci dari sebuah proses eksplorasi, konstruksi, itulah kapan produksinya. Dan arahan Bapak Presiden, produksi itu adalah kita tekankan sebagai bagian terpenting untuk melakukan percepatan,” katanya.

Selain Geliga Hub, Searah juga tengah mengembangkan South Hub melalui proyek Gendalo–Gandang dan Kutei North Hub. Mirko menyebut proyek Gendalo–Gandang ditargetkan mulai beroperasi pada 2028, sedangkan Kutei North Hub ditargetkan beroperasi pada kuartal IV 2028.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra