Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Cak Imin Pasang Target Kemiskinan 5 Persen pada 2029, Bidik 10 Juta Pelaku UMKM

Cak Imin Pasang Target Kemiskinan 5 Persen pada 2029, Bidik 10 Juta Pelaku UMKM Kredit Foto: Azka Elfriza
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar memasang target angka kemiskinan Indonesia turun maksimal menjadi 5 persen pada 2029. Pemerintah juga membidik terciptanya sedikitnya 10 juta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga akhir periode tersebut.

Target itu disampaikan Muhaimin saat menghadiri Agenda Hari Santri Nasional 2026 di Pondok Pesantren Dar El Hikmah, Pekanbaru, Riau, Kamis (22/10/2026). Menurut dia, pengembangan usaha masyarakat menjadi salah satu pendekatan yang didorong pemerintah untuk menekan angka kemiskinan.

"Nanti di tahun 2029 kita target maksimal di angka 5 persen. Begitu juga kita akan bangun dan ciptakan pelaku usaha minimal di UMKM sejumlah 10 juta di akhir tahun 2029," ucap Muhaimin.

Muhaimin mengklaim angka kemiskinan Indonesia telah turun dari 9 persen menjadi 8 persen dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ia mengaitkan penurunan tersebut dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat yang dijalankan pemerintah.

"Dalam proses tugas pemberdayaan ini kemiskinan menurun. Sekarang sudah di angka 8, dari yang semula 9 persen, sudah 8 persen," kata Muhaimin.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk miskin pada Maret 2026 sebesar 8,07 persen atau sekitar 22,93 juta orang. Angka tersebut turun 0,40 poin persentase dibandingkan Maret 2025, ketika tingkat kemiskinan tercatat 8,47 persen.

Meski demikian, target penurunan kemiskinan menjadi 5 persen masih membutuhkan upaya lanjutan. Pemerintah perlu memastikan program pemberdayaan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat dan menciptakan kegiatan ekonomi yang berkelanjutan.

Baca Juga: Lewat Konsep OBOR, PHE WMO Dampingi UMKM Batik Tulis Tanjung Bumi Makin Tersohor

Muhaimin mengatakan pemerintah masih memiliki tanggung jawab besar dalam penanganan kemiskinan. Ia menyebut terdapat sekitar 23 juta orang yang menjadi sasaran, dengan fokus program di 88 kabupaten dan sekitar 6.000 desa.

"Kita memiliki tanggung jawab tidak kurang dari 23 juta sasaran, di 88 kabupaten lokasi kemiskinan. Kemudian ada tidak kurang dari 6.000 desa yang harus terus kita perhatikan," imbuhnya.

Besarnya sasaran tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah untuk memastikan intervensi berjalan sesuai kebutuhan setiap wilayah. Program pengembangan UMKM menjadi salah satu upaya yang didorong agar masyarakat memiliki kesempatan membangun sumber penghasilan sendiri.

Muhaimin juga menekankan pentingnya Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai rujukan dalam penyusunan program penanggulangan kemiskinan. Data tersebut diharapkan membantu pemerintah mengintegrasikan kebijakan dan menentukan sasaran secara lebih tepat.

Dengan target kemiskinan maksimal 5 persen dan 10 juta pelaku UMKM pada 2029, pemerintah menghadapi pekerjaan untuk menerjemahkan sasaran tersebut menjadi hasil yang dapat dirasakan masyarakat.

Penurunan angka kemiskinan dan peningkatan kemandirian ekonomi akan menjadi bagian penting dalam menilai capaian program tersebut.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama