Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Investasi Tangki Bitumen CDIA Rampung, Berapa Nilai Proyeknya?

Investasi Tangki Bitumen CDIA Rampung, Berapa Nilai Proyeknya? Kredit Foto: Ilham Nurul Karim
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) merampungkan pembangunan fasilitas tangki penyimpanan bitumen berkapasitas 12.000 meter kubik melalui anak usahanya, PT Redeco Petrolin Utama (RPU). Namun, nilai investasi yang digelontorkan untuk proyek tersebut belum diungkapkan dalam informasi yang tersedia.

Fasilitas yang berlokasi di Merak, Banten, itu diresmikan pada Jumat (23/10/2026). Kehadirannya menambah infrastruktur penyimpanan CDIA sekaligus memperluas cakupan bisnis perusahaan ke material konstruksi, khususnya bitumen yang digunakan dalam pembangunan dan pemeliharaan jalan.

Proyek ini mulai dibangun pada Desember 2025 dan ditargetkan beroperasi pada kuartal III/2026. Fasilitas tersebut terdiri dari tiga tangki dengan kapasitas masing-masing 3.000 m³, 4.000 m³, dan 5.000 m³.

Dengan beroperasinya tangki baru itu, RPU kini mengelola total 75 tangki penyimpanan dengan kapasitas gabungan 142.000 m³. Perusahaan juga memiliki dua dermaga yang mendukung kegiatan kepelabuhanan dan distribusi produk industri.

Presiden Direktur RPU Lingga Widastri mengatakan, penambahan fasilitas tersebut merupakan bagian dari pengembangan bisnis perusahaan, sekaligus upaya mengoptimalkan infrastruktur yang telah dimiliki.

“Bagi Redeco, pengembangan ini bukan sekadar penambahan kapasitas penyimpanan, tetapi juga merupakan upaya untuk mengoptimalkan infrastruktur yang kami miliki dan menjawab kebutuhan pelanggan yang semakin beragam,” ujar Lingga dalam peresmian fasilitas tangki bitumen di Merak, Jumat (23/10/2026).

Pendapatan Sewa Tangki CDIA Tumbuh

Ekspansi ini menambah kapasitas CDIA di segmen kepelabuhanan dan penyimpanan, yang menjadi salah satu sumber pendapatan perseroan di luar bisnis energi dan jasa kapal.

Berdasarkan laporan keuangan 2025, pendapatan CDIA dari sewa tangki dan dermaga mencapai US$5,55 juta, meningkat dibandingkan dengan US$3,54 juta pada 2024.

Meski demikian, belum ada angka yang menunjukkan berapa besar kontribusi fasilitas bitumen baru terhadap pendapatan perseroan. Pendapatan segmen sewa tangki dan dermaga tersebut mencakup fasilitas yang telah beroperasi sebelumnya, sehingga tidak dapat dikaitkan seluruhnya dengan proyek bitumen.

Dari sisi pengembangan bisnis, fasilitas baru ini berpotensi memperluas layanan penyimpanan bagi pelanggan di sektor konstruksi. Kelancaran rantai pasok bitumen membutuhkan dukungan fasilitas penyimpanan dan distribusi agar material tersedia untuk memenuhi kebutuhan pembangunan maupun pemeliharaan jalan.

Baca Juga: Bisnis Prajogo Pangestu Tambah Tangki Bitumen 12.000 m³ di Merak

Baca Juga: Kekayaan Prajogo Pangestu Amblas Rp504 Triliun, Tertekan Efek MSCI

Lingga mengatakan, pengembangan infrastruktur juga membutuhkan kolaborasi antara pengelola fasilitas, pemasok, pelanggan, dan mitra usaha agar investasi yang dilakukan dapat memberikan manfaat optimal. RPU berharap fasilitas baru tersebut membuka peluang pengembangan layanan sekaligus memperkuat konektivitas antara fasilitas logistik dan kebutuhan industri.

Peluang integrasi juga terbuka dengan perusahaan lain dalam Chandra Asri Group. Aster Chemicals and Energy Pte. Ltd. memiliki kapabilitas pasokan bitumen, sedangkan PT Chandra Shipping International dan PT SCG Barito Logistics bergerak di bidang logistik dan transportasi.

Kombinasi kapabilitas tersebut berpotensi menghubungkan pasokan material dengan penyimpanan dan pengangkutan. Namun, perusahaan belum merinci bentuk kerja sama operasional yang akan dijalankan maupun target pendapatan yang diharapkan dari fasilitas baru tersebut.

Dengan rampungnya proyek ini, pertanyaan berikutnya adalah seberapa besar belanja modal yang dikeluarkan CDIA dan seberapa signifikan fasilitas tersebut akan menambah kontribusi bisnis penyimpanan terhadap pendapatan perseroan.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Dian Ihsan