Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Ekspansi Infrastruktur Dorong Lonjakan Kinerja, CDI Group (CDIA) Raup Laba USD9,5 Juta

Ekspansi Infrastruktur Dorong Lonjakan Kinerja, CDI Group (CDIA) Raup Laba USD9,5 Juta Kredit Foto: CDI Group
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDI Group) mencatatkan pendapatan sebesar USD41,2 juta pada kuartal I/2026, tumbuh 19% secara tahunan (year-on-year), didorong permintaan yang tetap solid dan ekspansi platform infrastruktur. Pada periode yang sama, laba bersih setelah pajak tercatat USD9,5 juta, seiring peningkatan utilisasi aset dan kontribusi pendapatan berulang.

Direktur CDI Group, Jonathan Kandinata, menyatakan perseroan juga membukukan adjusted EBITDA sebesar USD14,1 juta atau melonjak 125,4% (year-on-year), yang ditopang oleh kontribusi inisiatif strategis dan ekspansi aset sepanjang 2025.

“CDI Group terus menunjukkan kinerja yang resilien dan eksekusi yang konsisten di berbagai siklus, didukung oleh platform infrastruktur terintegrasi serta disiplin dalam alokasi modal,” kata Jonathan dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (30/4/2026).

Kinerja tersebut didukung tingkat utilisasi aset yang tinggi, basis pendapatan berulang yang stabil, serta peningkatan kontribusi pihak ketiga. Selain itu, kenaikan tarif spot kapal di tengah kondisi pasar logistik turut memberikan tambahan pendapatan.

Dari sisi keuangan, CDI Group mempertahankan likuiditas sebesar USD954,2 juta dengan rasio utang terhadap kapitalisasi sebesar 39%. Posisi ini dinilai memberikan ruang bagi perseroan untuk menangkap peluang ekspansi sekaligus menjaga ketahanan keuangan.

Pada kuartal I/2026, perseroan memperkuat segmen logistik maritim melalui penambahan kapal tanker kimia Boreas berkapasitas 9.000 DWT yang dikembangkan bersama Fukuoka Shipbuilding Co Ltd, Jepang. Kapal tersebut direncanakan mulai beroperasi tahun ini untuk melayani rute domestik dan internasional, sekaligus memperkuat ekspansi CDI Group di Asia dan Eropa.

Di segmen energi, kapasitas tenaga surya tercatat mencapai 11 MWp dengan tambahan sekitar 5 MWp yang tengah dikembangkan dan ditargetkan beroperasi pada 2026. Sementara pada segmen air, perseroan menambah kapasitas 600 liter per detik di WTP Krenceng serta mengembangkan fasilitas pengolahan air limbah berkapasitas 1.200 meter kubik per hari di Cilegon.

Pada segmen pelabuhan dan penyimpanan, pengembangan infrastruktur dari dana IPO, termasuk tangki penyimpanan, pipa etilena, dan fasilitas pendukung, berjalan sesuai rencana. Proyek pembangunan tangki bitumen berkapasitas 12.000 meter kubik juga ditargetkan selesai tahun ini.

Adapun di segmen logistik, perseroan melanjutkan ekspansi armada menuju 20 kapal di segmen gas, kimia, dan dry bulkhingga akhir 2026 untuk memenuhi permintaan captive dan pihak ketiga.

Baca Juga: CDIA Suntik Modal USD15,5 Juta ke Entitas PTRO, Kini Genggam 49% Saham

Baca Juga: Perkuat Logistik Maritim, CDIA Resmikan Kapal Berkapasitas 9.000 DWT

Per 31 Maret 2025, total aset CDI Group tercatat sebesar USD1,9 miliar atau tumbuh 9% secara year-to-date, dengan ekuitas mencapai USD1,14 miliar. Perseroan menilai kombinasi portofolio terdiversifikasi dan model bisnis infrastruktur terintegrasi menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas pendapatan dan menangkap peluang pertumbuhan.

“Model infrastruktur terintegrasi CDI Group terus menghasilkan pendapatan yang terlihat dan berskala, didukung portofolio terdiversifikasi yang menggabungkan pendapatan berulang yang stabil dengan eksposur selektif terhadap peluang berbasis pasar spot, sehingga tetap resilien sekaligus mampu menangkap peluang pertumbuhan di berbagai kondisi pasar,” kata Jonathan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri