Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

CDIA Raup Pendapatan US$122 Juta, Siapkan Aset Baru sebagai Mesin Pertumbuhan

CDIA Raup Pendapatan US$122 Juta, Siapkan Aset Baru sebagai Mesin Pertumbuhan Kredit Foto: CDI Group
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) membukukan pendapatan sebesar US$122 juta sepanjang sembilan bulan pertama 2026, tumbuh 16% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) perseroan melonjak 65% secara tahunan menjadi US$49,9 juta.

Pertumbuhan kinerja tersebut ditopang oleh peningkatan kontribusi aset baru dan pendapatan berulang dari bisnis infrastruktur. CDIA juga mempertahankan margin EBITDA sebesar 41%, mencerminkan kemampuan operasional perseroan dalam menghasilkan laba operasional di tengah ekspansi portofolio bisnis.

Dalam keterangan resminya, manajemen CDIA menyebut lebih dari 90% pendapatan perseroan berasal dari kontrak. Sementara itu, pelanggan pihak ketiga berkontribusi sekitar 80% terhadap total pendapatan.

“Komposisi tersebut mendukung visibilitas pendapatan sekaligus memperluas diversifikasi pelanggan Perseroan,” ujar manajemen CDIA.

Dari sisi laba bersih, CDIA mencatatkan US$32,2 juta selama periode tersebut. Namun, perbandingan laba bersih secara tahunan dipengaruhi oleh keuntungan nilai wajar yang dibukukan pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan demikian, perbandingan kinerja laba bersih perlu mempertimbangkan faktor tersebut.

CDIA memperluas kapasitas bisnis di sejumlah lini infrastruktur sepanjang 2026, termasuk penyediaan air, kepelabuhanan, penyimpanan, dan logistik maritim. Penambahan aset tersebut diharapkan memperbesar skala operasional serta meningkatkan kontribusi pendapatan berulang.

Pada Agustus 2026, perseroan meresmikan Instalasi Pengolahan Air Krenceng II di Cilegon, Banten, dengan kapasitas 600 liter per detik. Fasilitas tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan industri dan residensial di Cilegon dan sekitarnya.

Di segmen kepelabuhanan dan penyimpanan, CDIA mulai memasuki pasar penyimpanan bitumen melalui fasilitas berkapasitas 12.000 meter kubik di Merak, Banten, yang diresmikan pada Oktober 2026.

Sementara itu, pada lini logistik, perseroan memperkuat armada pengangkutan bahan kimia cair melalui penambahan dua kapal, Boreas dan Novah, yang masing-masing memiliki kapasitas 9.000 deadweight tonnage (DWT). Kedua kapal tersebut melayani rute Tiongkok, Thailand, dan Indonesia.

Baca Juga: Investasi Tangki Bitumen CDIA Rampung, Berapa Nilai Proyeknya?

Baca Juga: CDIA Tebar Dividen Interim Rp179,9 Miliar, Berapa Bagian Investor?

Ekspansi lintas lini tersebut menjadi bagian dari strategi CDIA untuk meningkatkan kontribusi aset baru dan memperluas basis pelanggan. Perseroan juga menargetkan proyek-proyek yang sedang dikembangkan dapat beralih menuju tahap operasi komersial sehingga memberikan tambahan kontribusi terhadap pendapatan.

“Ke depan, CDIA tetap fokus mendorong pertumbuhan laba berkelanjutan melalui peningkatan kontribusi aset baru, progres proyek menuju operasi komersial, serta basis pelanggan pihak ketiga dan pendapatan berbasis kontrak yang terdiversifikasi,” kata manajemen.

Untuk menopang pengembangan usaha, CDIA memiliki likuiditas sebesar US$747,9 juta per 30 September 2026. Posisi tersebut memberikan ruang keuangan bagi perseroan untuk mendanai proyek pengembangan sekaligus mempertahankan fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri