Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

IKN Kantongi Investasi Baru Rp3,74 Triliun, Ini Daftar Perusahaan yang Terlibat

IKN Kantongi Investasi Baru Rp3,74 Triliun, Ini Daftar Perusahaan yang Terlibat Kredit Foto: PTPP
Warta Ekonomi, Jakarta -

Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali mengamankan komitmen investasi untuk mempercepat pembangunan ibu kota baru. Kali ini, nilai kerja sama yang ditandatangani mencapai Rp3,74 triliun, mencakup pembangunan hunian aparatur sipil negara (ASN) serta sejumlah proyek komersial dan fasilitas pendukung kawasan.

Kesepakatan tersebut ditandai melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) proyek Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) sektor perumahan dan investasi langsung swasta di Glamping IKN, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Rabu (14/10/2026).

Dari total nilai tersebut, sebesar Rp2,629 triliun dialokasikan untuk proyek pembangunan delapan menara rumah susun ASN. Sementara itu, investasi langsung dari lima pelaku usaha mencapai sekitar Rp1,11 triliun.

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengatakan masuknya investasi tersebut menunjukkan bahwa pembangunan Nusantara tidak hanya mengandalkan pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menurutnya, keterlibatan badan usaha melalui skema KPBU dan investasi langsung menjadi bagian penting dalam mempercepat pembangunan fasilitas serta aktivitas ekonomi di kawasan ibu kota baru.

"Hari ini kita membuktikan bahwa pembangunan IKN tidak hanya dibiayai oleh APBN. Hari ini juga ada dua KPBU dan lima investasi swasta yang segera akan dimulai pembangunannya. Saya bersyukur karena IKN juga akan memberikan kontribusi terhadap pembukaan lapangan pekerjaan yang saat ini sangat dibutuhkan masyarakat," ujar Basuki dalam keterangan tertulis, Sabtu (24/10/2026).

Untuk sektor perumahan, PT Nindya Karya bersama PT Nindya Estate Management bertindak sebagai pemrakarsa proyek pembangunan delapan menara rumah susun ASN.

Proyek tersebut memiliki nilai investasi Rp2,629 triliun dan akan dikembangkan di Wilayah Perencanaan (WP) 1A IKN.

Secara keseluruhan, pembangunan mencakup 288 unit satuan rumah susun dengan luas masing-masing 190 meter persegi.

Hunian tersebut akan berdiri di atas lahan seluas 6,84 hektare sebagai bagian dari penyediaan fasilitas tempat tinggal bagi ASN yang bertugas di Nusantara.

Direktur Utama PT Nindya Karya Firmansyah menyampaikan bahwa keterlibatan perusahaan dalam proyek tersebut menjadi tanggung jawab untuk menghadirkan infrastruktur hunian yang berkualitas.

"Bagi kami, kepercayaan ini merupakan amanah sekaligus komitmen untuk menghadirkan hasil pembangunan yang berkualitas dan memberikan manfaat nyata bagi Otorita IKN, bangsa, dan negara," kata Firmansyah.

Selain proyek rumah susun, Otorita IKN sebelumnya juga telah menandatangani kerja sama pembangunan rumah tapak ASN bersama PT Intiland Development Tbk pada 6 Oktober 2026.

Proyek tersebut dijalankan melalui badan usaha pelaksana PT Seratus Sembilan Nusantara dengan nilai investasi sebesar Rp2,819 triliun.

Pengembangannya mencakup pembangunan 109 unit rumah tapak di WP 1B KIPP IKN, dengan luas masing-masing rumah mencapai 390 meter persegi.

Secara keseluruhan, proyek tersebut menempati lahan seluas 9,17 hektare yang terbagi menjadi dua persil.

Persil pertama mencakup 79 unit rumah di atas lahan 6,6 hektare, sedangkan persil kedua terdiri atas 30 unit rumah dengan luas lahan sekitar 2,4 hektare.

Masa kerja sama proyek ditetapkan selama 10 tahun, terdiri atas dua tahun masa konstruksi dan delapan tahun masa layanan.

Pembangunan rumah tapak ASN tersebut ditargetkan selesai pada kuartal IV/2028.

Di luar sektor hunian, lima perusahaan juga menandatangani kerja sama investasi langsung untuk mengembangkan fasilitas ekonomi dan penunjang kehidupan di IKN.

Salah satu investasi terbesar berasal dari PT Indonesia Belt Road High Tech Development Park yang berencana mengembangkan proyek Grand Vista Nusantara di KIPP 1B.

Proyek senilai Rp1 triliun tersebut mencakup pembangunan area komersial, apartemen, dan perkantoran di atas lahan seluas 3,57 hektare.

Direktur PT Indonesia Belt Road High Tech Development Park Yang Jinghui menyampaikan apresiasi atas kesempatan berinvestasi di Nusantara.

"Kami berterima kasih kepada Otorita IKN dan Indonesia atas kesempatan yang diberikan untuk berinvestasi di Ibu Kota Nusantara. Kami harap pembangunan IKN berjalan semakin cepat, pesat, dan tepat waktu sehingga investor lain dari China akan semakin tertarik datang ke sini," ujar Yang Jinghui.

Investasi berikutnya datang dari PT Berdikari (Persero) yang akan mengembangkan proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT) di WP 3 IKN.

Perusahaan menyiapkan investasi sekitar Rp177 miliar untuk pengembangan fasilitas peternakan indukan ayam petelur atau parent stock layer farm dan fasilitas penetasan atau hatchery.

Proyek tersebut direncanakan berdiri di atas lahan 17,27 hektare dengan kapasitas sekitar 140.000 ekor ayam.

Sementara itu, PT FYP Karya Perdana akan membangun Teras Padu, sebuah kawasan yang menggabungkan fasilitas olahraga dan aktivitas komersial pendukung.

Proyek yang berlokasi di KIPP 1A tersebut memiliki estimasi investasi Rp20 miliar dengan luas lahan sekitar 0,45 hektare.

Dari sektor kuliner, PT Laziz Nusantara Grup berencana menghadirkan restoran makanan Arab, gerai gelato, dan gedung serbaguna.

Fasilitas tersebut akan dikembangkan di KIPP 1B dengan nilai investasi sekitar Rp10 miliar di atas lahan seluas 0,54 hektare.

Selanjutnya, PT Java Teak Indo akan membangun showroom mebel khas Jepara sekaligus kantor operasional di KIPP 1A.

Proyek tersebut memiliki nilai investasi sekitar Rp1,5 miliar dan menempati lahan seluas 0,2 hektare.

Keterlibatan perusahaan mebel asal Jepara mendapat perhatian dari Bupati Jepara Witiarso Utomo, yang menilai pembangunan IKN juga membuka kesempatan bagi pelaku usaha daerah untuk memperluas pasar.

Menurutnya, peluang investasi di Nusantara tidak hanya diperuntukkan bagi perusahaan berskala besar, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha kecil dan menengah.

"Kami dari Jepara walaupun kecil, tetapi diterima di IKN, ini suatu kebanggaan buat kami. Bahwa IKN ini tidak hanya untuk investasi besar, tetapi investasi kecil, untuk masyarakat kami diterima di IKN," ujar Witiarso.

Dengan demikian, lima perusahaan yang terlibat dalam investasi langsung pada penandatanganan 14 Oktober 2026 adalah PT Berdikari (Persero), PT Java Teak Indo, PT Indonesia Belt Road High Tech Development Park, PT Laziz Nusantara Grup, dan PT FYP Karya Perdana.

Jika digabungkan dengan proyek delapan menara rumah susun ASN, total nilai kerja sama yang ditandatangani pada 14 Oktober mencapai sekitar Rp3,74 triliun.

Baca Juga: IKN Tak Ditinggalkan Prabowo, tetapi Kapan Benar-Benar Siap Jadi Ibu Kota?

Baca Juga: Kantongi Investasi Rp116 Triliun, Sulawesi Tengah Masih Buka Pintu untuk Investor

Sementara itu, apabila proyek rumah tapak ASN bersama Intiland senilai Rp2,819 triliun yang diteken pada 6 Oktober turut diperhitungkan, keseluruhan nilai proyek yang disebutkan mencapai sekitar Rp6,56 triliun.

Meski demikian, angka tersebut merupakan nilai investasi dan kerja sama proyek, bukan realisasi dana yang seluruhnya telah dicairkan atau dibelanjakan.

Otorita IKN berharap masuknya investasi tersebut dapat mempercepat pembentukan ekosistem perkotaan yang mendukung kebutuhan hunian, pangan, perdagangan, kuliner, dan aktivitas masyarakat.

Selain memperkuat fasilitas penunjang, pembangunan proyek-proyek tersebut diharapkan dapat mendorong aktivitas ekonomi serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat di sekitar kawasan Nusantara.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Merlina Aryanti
Editor: Dian Ihsan