Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Dewan Penasihat ala Prabowo Sulit Terbentuk, Andi Mallarangeng: SBY Bermimpi Naik Kereta ke Solo Bersama Jokowi

Dewan Penasihat ala Prabowo Sulit Terbentuk, Andi Mallarangeng: SBY Bermimpi Naik Kereta ke Solo Bersama Jokowi Kredit Foto: Youtube Sekretariat Presiden
Warta Ekonomi, Jakarta -

Mantan Juru Bicara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Andi Mallarangeng, mengenang sebuah mimpi yang pernah disampaikan SBY, yait para mantan presiden naik kereta api bersama, lalu turun satu per satu di kampung halaman masing-masing. 

Cerita itu muncul ketika SBY membahas gagasan menyatukan para mantan presiden dalam satu wadah. Hal tersebut disampaikan Andi dalam dialognya dengan Rhenald Kasali di kanal YouTube Rhenald Kasali yang tayang pada 23 Oktober 2026.

Rhenald mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto, sebelum dilantik atau setelah terpilih, sempat berpikir membentuk semacam dewan penasihat presiden yang beranggotakan para mantan presiden, yakni SBY, Joko Widodo, dan Megawati Soekarnoputri.

Menurut Andi, tantangan terbesarnya bukan pada gagasannya, melainkan pada cara mengumpulkan para tokoh tersebut. “Persoalannya memang bagaimana caranya mengumpulkan ini,” ujarnya.

Andi lalu menceritakan mimpi SBY yang pernah disampaikan di masa lalu. Dalam mimpi itu, SBY bepergian dengan kereta api menuju Solo. Megawati turun lebih dulu untuk melanjutkan perjalanan ke Blitar, Jawa Timur. Jokowi berhenti di Solo, sedangkan SBY melanjutkan ke Pacitan.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Buka Sayembara Lagi, Beri Hadiah Rp10 Juta untuk Informasi Pencurian Kayu Sonokeling

“Sama-sama pulang ke arah timur,” kata Andi, sambil mencatat bahwa Pacitan dan Blitar berdekatan. Mimpi itu menggambarkan harapan agar para mantan presiden bisa melakukan perjalanan bersama dengan suasana akrab.

Meski demikian, Andi mengakui pertemuan semacam itu tidak bisa dipaksakan karena para pemimpin besar memiliki ego dan posisinya masing-masing.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat