Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

CIMB Niaga Catat Pertumbuhan Aset Rp384,8 Triliun dan CASA Tumbuh 4,4 Persen

CIMB Niaga Catat Pertumbuhan Aset Rp384,8 Triliun dan CASA Tumbuh 4,4 Persen Kredit Foto: CIMB Niaga
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga/BNGA) mencatatkan pertumbuhan kredit dan pembiayaan sebesar 6,7% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp242,6 triliun pada sembilan bulan pertama 2026.

Sementara itu, dana murah atau current account and savings account (CASA) tumbuh 4,4% YoY menjadi Rp197,0 triliun. Adapun laba sebelum pajak konsolidasian tercatat sebesar Rp5,8 triliun dengan laba per saham (earnings per share) sebesar Rp178,65.

Presiden Direktur dan CEO CIMB Niaga, Lani Darmawan, mengatakan perseroan mampu menjaga kinerja tetap stabil di tengah dinamika ekonomi yang masih menantang. Pencapaian tersebut didukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, pengelolaan biaya yang disiplin, serta fokus pada efisiensi operasional.

“Di tengah dinamika ekonomi yang masih menantang, kami bersyukur dapat terus menjaga kinerja yang stabil, didukung oleh pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, pengelolaan biaya yang disiplin, serta fokus pada efisiensi operasional. Laba operasional sebelum pencadangan (pre-provision operating profit/PPoP) tetap stabil sebesar Rp8,2 triliun, sementara pendapatan nonbunga tumbuh 7,8% YoY,” ujar Lani dalam keterangannya dikutip, Rabu (28/10/2026).

Adapun profitabilitas perseroan masih menghadapi tantangan akibat tekanan margin bunga dan peningkatan pencadangan. Langkah pencadangan tersebut merupakan bagian dari penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan risiko kredit.

Meski demikian, CIMB Niaga tetap mampu mempertahankan kondisi keuangan yang solid. Hal ini tecermin dari rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) sebesar 23,7%, yang didukung oleh posisi permodalan dan likuiditas yang terjaga.

“Ke depan, kami akan terus menghadapi dinamika perekonomian dengan langkah adaptif dan penuh kehati-hatian, sekaligus melakukan berbagai upaya untuk mengatasi tantangan profitabilitas dalam jangka pendek. Fokus kami adalah memperkuat kualitas aset, mendorong pertumbuhan kredit secara selektif, mengoptimalkan komposisi pendanaan, serta meningkatkan pendapatan berbasis komisi yang berkelanjutan, dengan tetap menjaga efisiensi biaya,” tambah Lani.

Melalui implementasi strategi Forward30 secara konsisten dan disiplin, CIMB Niaga berupaya memperkuat fundamental dan kapabilitas perseroan untuk mendukung pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan, sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan. Langkah tersebut sejalan dengan tujuan perusahaan, Advancing Customers & Society, untuk mendampingi nasabah Kejar Mimpi dalam memenuhi kebutuhan dan mewujudkan aspirasi mereka serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Aset Tumbuh 4,2% Menjadi Rp384,8 Triliun

Per 30 September 2026, total aset konsolidasian CIMB Niaga mencapai Rp384,8 triliun, tumbuh 4,2% YoY. Capaian ini semakin memperkuat posisi perseroan sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia.

Dari sisi pendanaan, total dana pihak ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp273,7 triliun. Pertumbuhan terutama ditopang oleh dana murah atau CASA yang meningkat 4,4% YoY menjadi Rp197,0 triliun. Dengan demikian, rasio CASA mencapai 72% dari total DPK.

Peningkatan tersebut mencerminkan upaya CIMB Niaga dalam memperkuat loyalitas nasabah sekaligus meningkatkan pengalaman perbankan digital yang semakin mudah dan nyaman. Sementara itu, rasio pinjaman terhadap simpanan (loan to deposit ratio/LDR) tercatat sebesar 87,7%, dengan CAR tetap terjaga di level 23,7%.

Dari sisi penyaluran kredit dan pembiayaan, pertumbuhan sebesar 6,7% YoY ditopang oleh kinerja sejumlah segmen utama. Perbankan Korporasi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 15,1% YoY, diikuti Perbankan Komersial sebesar 6,4% YoY dan segmen Usaha Menengah dan Kecil sebesar 1,9% YoY. Sementara itu, penyaluran kredit Perbankan Konsumer relatif terjaga.

Adapun Unit Usaha Syariah CIMB Niaga (CIMB Niaga Syariah) terus mempertahankan posisinya sebagai salah satu unit usaha syariah terbesar di Indonesia. Hingga 30 September 2026, total pembiayaan CIMB Niaga Syariah mencapai Rp49,4 triliun, sedangkan DPK tercatat sebesar Rp52,5 triliun.

Pertumbuhan pembiayaan tersebut didukung oleh strategi optimalisasi komposisi portofolio dengan meningkatkan fokus pada segmen bisnis yang memberikan imbal hasil lebih baik. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat profitabilitas sekaligus menjaga keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang.

Dari sisi pendanaan, CIMB Niaga Syariah mengandalkan berbagai inisiatif akuisisi nasabah, inovasi produk, serta program keterlibatan nasabah (customer engagement). Kontribusi jaringan komunitas syariah yang terus berkembang juga turut meningkatkan porsi dana murah, memperkuat likuiditas, dan meningkatkan ketahanan pendanaan bank.

Pembiayaan Berkelanjutan Capai Rp65 Triliun

Dalam mendukung pertumbuhan berkelanjutan, CIMB Niaga terus meningkatkan penyaluran pembiayaan yang memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. Upaya tersebut sekaligus mendukung agenda pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Hingga sembilan bulan pertama 2026, total pembiayaan berkelanjutan CIMB Niaga mencapai Rp65 triliun atau setara dengan 26,6% dari total portofolio kredit dan pembiayaan perseroan.

Pertumbuhan tersebut didukung oleh peningkatan permintaan pembiayaan, terutama untuk skema sustainability-linked financing, produk ramah lingkungan yang efisien dalam penggunaan sumber daya, serta sektor transportasi berkelanjutan.

CIMB Niaga juga terus memperkuat penerapan Taksonomi untuk Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) dalam portofolio pembiayaan berkelanjutan. Penerapan taksonomi ini menjadi landasan dalam menilai dan mengklasifikasikan kegiatan ekonomi berkelanjutan.

Selain itu, TKBI melengkapi kerangka Green, Social and Sustainable Impact Products and Services (GSSIPS) yang dimiliki perseroan. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung transisi menuju perekonomian yang lebih tangguh, berkelanjutan, dan rendah karbon.

Perkuat Ekosistem Keuangan Digital

CIMB Niaga terus memperkuat layanan perbankan digital untuk menghadirkan solusi keuangan yang semakin mudah diakses, praktis, dan terintegrasi. Seiring berkembangnya kebutuhan dan kebiasaan nasabah dalam bertransaksi, CIMB Niaga terus berinovasi untuk memberikan pengalaman perbankan yang lebih mudah, lebih baik, dan lebih cepat (Simpler, Better, Faster). Sepanjang sembilan bulan pertama 2026, sebanyak 90% transaksi nasabah telah dilakukan melalui kanal digital. Hal ini menunjukkan semakin tingginya pemanfaatan layanan digital sekaligus mendorong CIMB Niaga untuk terus menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan finansial sehari-hari.

Salah satu wujud komitmen tersebut adalah pengembangan OCTO sebagai platform perbankan digital andalan CIMB Niaga yang menghadirkan berbagai solusi keuangan dalam satu layanan terintegrasi. Melalui OCTO, nasabah dapat menikmati kemudahan untuk bertransaksi, menabung, berinvestasi, hingga mengelola keuangan secara lebih praktis, kapan saja dan di mana saja.

Berbagai pengembangan tersebut turut diikuti oleh pertumbuhan transaksi digital yang positif. Sepanjang sembilan bulan pertama 2026, sejumlah kategori transaksi utama pada aplikasi OCTO mencatat peningkatan signifikan secara tahunan. Transaksi QRIS tumbuh 69%, diikuti transfer BI-FAST sebesar 38% dan pembayaran tagihan sebesar 29%. Pertumbuhan ini mencerminkan semakin tingginya kepercayaan dan pemanfaatan OCTO oleh nasabah untuk memenuhi kebutuhan transaksi keuangan sehari-hari.

Melengkapi kemudahan layanan digital, CIMB Niaga terus meningkatkan pengalaman perbankan yang terintegrasi melalui jaringan Digital Branch dan Digital Hub, yang memadukan teknologi layanan mandiri dengan pendampingan personal. Per 30 September 2026, CIMB Niaga memiliki 41 Digital Branch dan 30 Digital Hub yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Melalui jaringan tersebut, nasabah dapat mengakses berbagai layanan perbankan, seperti pembukaan rekening, penerbitan kartu debit, dan pengkinian data nasabah, hanya dalam waktu lima menit.

Baca Juga: Heboh Isu CIMB Niaga Delisting dari BEI, Ini Respons CIMB Group

Baca Juga: MSCI Bikin Pasar Bergejolak, CIMB Niaga Masih Hitung Dampak

Tidak hanya bagi nasabah individu, CIMB Niaga juga terus memperluas kemudahan layanan digital bagi nasabah bisnis dan korporasi melalui peluncuran OCTOBIZ pada ajang CIMB Niaga Business Summit 2026. OCTOBIZ hadir sebagai platform perbankan digital terintegrasi yang dirancang untuk mempermudah pengelolaan transaksi bisnis, baik domestik maupun internasional, yang semakin beragam dan kompleks. Melalui OCTOBIZ, pelaku usaha dapat mengelola aktivitas keuangan secara lebih praktis, efisien, dan aman, termasuk memantau arus kas dan likuiditas serta mengambil keputusan keuangan yang lebih tepat untuk mendukung perkembangan bisnis.

Untuk mendukung pertumbuhan bisnis, CIMB Niaga terus meningkatkan customer experience dengan menawarkan berbagai produk dan layanan yang komprehensif melalui 377 cabang dan jaringan (termasuk 28 Digital Lounge). Per 30 September 2026, jaringan Bank secara nasional didukung oleh 1.902 ATM (termasuk Cash Remittance Machine dan Multidenom Deposit Machine) serta 312.414 EDC, QR dan e-Commerce.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Dwi Aditya Putra

Tag Terkait: