Kredit Foto: CIMB Niaga
PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) masih mencermati dampak gejolak pasar saham terkait Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap industri perbankan. Perseroan belum dapat memastikan besarnya pengaruh dinamika tersebut terhadap prospek bisnis maupun aktivitas perbankan.
Head of Transaction Banking CIMB Niaga Joni Hermanto mengatakan, perseroan belum memiliki gambaran menyeluruh mengenai dampak perkembangan pasar saham tersebut. CIMB Niaga memilih menunggu perkembangan lebih lanjut sebelum menarik kesimpulan.
"Jadi, apakah impact-nya ke depan saat ini kita mungkin belum lihat karena ini juga mungkin pemerintah lagi berkoordinasi untuk menghadapi tanggapan dari MSCI sih jadinya. Jadi kalau secara bank mungkin kita enggak bisa comment terlalu banyak karena impact detailnya belum kelihatan," ujarnya dalam konferensi pers CIMB Niaga Business Summit 2026, Jumat (16/10/2026).
Joni menyebut pergerakan pasar saham pada hari tersebut menjadi perhatian perseroan. Namun, CIMB Niaga belum merinci dampak yang mungkin timbul terhadap kegiatan bisnisnya.
Di tengah ketidakpastian pasar, perseroan tetap menjalankan strategi bisnis melalui pengembangan layanan transaksi digital bagi nasabah korporasi. Salah satunya melalui OCTO Smart, platform yang mendukung kebutuhan pembayaran, penerimaan dana, dan transaksi valuta asing.
Baca Juga: Bukan Sekadar Masalah Komunikasi, MSCI Butuh Bukti Nyata Reformasi Pasar Modal Indonesia
Baca Juga: MSCI Ancam Turunkan Status Saham RI, Potensi Dana Asing Keluar Rp71 Triliun
Baca Juga: OJK Tegaskan Reformasi Pasar Modal Bukan Respons atas Evaluasi MSCI
Layanan digital tersebut ditujukan untuk mempermudah transaksi nasabah korporasi sekaligus membantu perusahaan menjalankan aktivitas bisnis secara lebih efisien.
Selain pengembangan layanan transaksi, persaingan dalam penyaluran kredit juga menjadi perhatian CIMB Niaga. Perseroan mengandalkan struktur pendanaan dengan rasio dana murah atau current account saving account (CASA) sekitar 70% untuk mendukung penawaran suku bunga kredit yang kompetitif.
"Kalau bunga kita kompetitif, akan secara tidak langsung komposisi unutilized loan kita akan lebih kecil dibandingkan bank lain. Itu sebenarnya market situation kita tergantung ke sana," katanya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: