Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Astra Siapkan Program Sosial di 700 Desa, Libatkan Generasi Muda

Astra Siapkan Program Sosial di 700 Desa, Libatkan Generasi Muda Kredit Foto: Astra
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Astra International Tbk (ASII) menyiapkan tujuh program kontribusi sosial dengan target menjangkau 700 desa di tujuh pulau di Indonesia menjelang peringatan 70 tahun perusahaan pada 20 Februari 2027.

Program tersebut meliputi revitalisasi fasilitas kesehatan dan pendidikan, pengelolaan sampah, serta pengembangan ekonomi desa. Pengumuman disampaikan bersamaan dengan penetapan sembilan penerima SATU Indonesia Awards 2026 di Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Presiden Direktur Astra Rudy mengatakan, perusahaan berharap berbagai inisiatif tersebut berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak masyarakat melalui kolaborasi berbagai pihak.

“Harapan kami, inisiatif-inisiatif ini dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat Indonesia yang merasakan manfaatnya. Kami juga berharap apa yang telah kami lakukan dapat diamplifikasi oleh banyak pihak sehingga dampaknya dapat dirasakan oleh masyarakat lebih luas,” ujar Rudy dalam keterangannya, Rabu (28/10/2026).

Tujuh Program Kontribusi Sosial Astra

Dalam rangka HUT ke-70, Astra menargetkan revitalisasi 700 posyandu dan perbaikan fasilitas sekolah yang memberikan manfaat kepada 7.000 siswa. Perusahaan juga merencanakan revitalisasi bank sampah untuk 7.000 keluarga dan pengembangan 700 Desa Sejahtera Astra Go Global.

Selain itu, Astra akan mendonasikan 70.000 buku dan menyelenggarakan 70.000 jam pelatihan yang melibatkan karyawan. Materinya mencakup literasi keuangan, keselamatan berkendara, keterampilan digital, dan kepemimpinan.

Karyawan juga ditargetkan menyumbangkan 7.000 jam kegiatan sukarela untuk revitalisasi posyandu dan sekolah.

Meski telah mengumumkan target tersebut, Astra belum merinci anggaran untuk keseluruhan program.

Executive in Charge Astra sekaligus Ketua Panitia HUT ke-70 Astra Boy Gemino Kalauserang mengatakan, pelaksanaan program membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.

“Melalui SATU Indonesia Awards dan program Kontribusi Sosial 70 tahun Astra, kami ingin terus mendorong kolaborasi antara generasi muda, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan untuk menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat,” kata Boy.

Lima Penerima SATU Indonesia Awards 2026

SATU Indonesia Awards tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-17 dengan 19.155 pendaftar, naik sekitar 8% dari 17.708 peserta pada 2025. Setelah seleksi, 10 finalis kategori umum masuk tahap akhir untuk menentukan lima penerima penghargaan di bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, kewirausahaan, dan teknologi.

Di bidang kesehatan, penghargaan diberikan kepada Andi Rizki Tenryayu dari Bone, Sulawesi Selatan, melalui Gerakan Intervensi Gizi Menuju Zero Stunting (GIZI, GO!). Program ini menggunakan profil digital untuk mengidentifikasi kebutuhan setiap anak, mulai dari intervensi gizi dan layanan medis hingga perbaikan sanitasi.

Menurut data Astra, GIZI, GO! telah menjangkau 982 balita di 10 desa. Program tersebut dilaporkan menurunkan jumlah anak stunting sebesar 45% dan anak berisiko stunting sebesar 60%.

Pada bidang pendidikan, Hari Novar dari Pekanbaru, Riau, menerima penghargaan melalui Indonesian Youth Education & Social (IYES) Mengajar. Program ini melibatkan relawan muda untuk mengajar, melatih guru, dan memperbaiki fasilitas pendidikan di daerah terpencil, termasuk wilayah masyarakat Suku Talang Mamak. Dalam dua tahun, kegiatan tersebut telah berlangsung di sembilan sekolah di lima kabupaten.

Di bidang lingkungan, Ahmad Fahrezi dari Jawa Tengah memperoleh penghargaan melalui Gumregah Nata Bumi, program pengolahan limbah sayuran di Pasar Cepogo, Boyolali. Sekitar dua ton limbah pasar diolah setiap hari menjadi pupuk untuk petani di enam kabupaten. Astra menyebut program ini mengurangi tumpukan sampah lebih dari 50% dan meningkatkan bobot hasil panen hingga 40%.

Penghargaan kewirausahaan diberikan kepada Afif Alfianto dari Kebumen, Jawa Tengah, yang mengembangkan pengolahan biji tamanu menjadi minyak bahan baku kosmetik. Melalui Koperasi Produsen Sinergi Mekarsari Lestari, usaha ini melibatkan perempuan Desa Karangduwur dalam mengolah hasil hutan tanpa menebang pohon. Kegiatan tersebut menghasilkan sekitar 30 kilogram biji per bulan dan memberikan tambahan pendapatan hingga 40% bagi perempuan yang terlibat, menurut keterangan Astra.

Sementara itu, Feri Ramanda dari Medan, Sumatra Utara, menerima penghargaan teknologi berkat aplikasi Farmloka. Aplikasi berbasis Internet of Things (IoT) dan kecerdasan buatan ini membantu peternak memantau kondisi kandang dan mengelola produksi. Farmloka dilaporkan telah digunakan sekitar 824 peternak, dengan peningkatan hasil panen yang disebut mencapai hingga 93%.

Baca Juga: Laba Astra Agro Tembus Rp1,90 Triliun, Ada Apa di Balik Kinerja AALI?

Baca Juga: Astra Raup Laba Rp21,6 Triliun per September 2026

Empat Penerima Kategori Desa Sejahtera Astra

Selain kategori umum, Astra menetapkan empat penerima penghargaan Desa Sejahtera Astra dari 265 pendaftar yang berasal dari 17 provinsi.

Desa Sukaluyu di Karawang, Jawa Barat, mendapat penghargaan atas layanan kesehatan terpadu melalui posyandu yang mencakup delapan program untuk berbagai kelompok usia.

Desa Karangjengkol di Purbalingga, Jawa Tengah, menerima penghargaan melalui Griya Petualang Indonesia, yang mengembangkan pembelajaran berbasis alam dan budaya. Program ini telah menjangkau lebih dari 5.000 peserta pelatihan dan setiap tahun melayani sekitar 500 siswa dari lebih dari 10 sekolah.

Di Malang, Jawa Timur, Desa Purwodadi memperoleh penghargaan atas pelestarian ekosistem laut di pesisir Lenggoksono. Kegiatannya meliputi pengawasan penangkapan ikan, pembangunan rumah ikan, dan transplantasi terumbu karang.

Sementara itu, Desa Tanjuang Bonai di Tanah Datar, Sumatra Barat, mendapat penghargaan atas pengembangan usaha kopi berbasis koperasi dan agroforestri. Melalui Koperasi Ragam Kopi Nusantara, program ini menghubungkan petani lintas nagari untuk mengembangkan usaha kopi dari produksi hingga pemasaran.

Setiap penerima dari kedua kategori memperoleh dana pembinaan Rp65 juta dan kesempatan mengikuti program pengembangan lanjutan. Dengan sembilan penerima, total dana pembinaan mencapai Rp585 juta.

Astra menyatakan program sosialnya telah memberikan manfaat kepada sedikitnya 16 juta masyarakat Indonesia. Sementara itu, Desa Sejahtera Astra disebut telah menjangkau lebih dari 1.500 desa di 35 provinsi melalui program kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan.

Menjelang usia ke-70 pada 20 Februari 2027, Astra berencana memperluas kontribusi sosialnya melalui target-target baru. Pelaksanaannya dapat dinilai dari realisasi revitalisasi fasilitas, jumlah penerima manfaat, dan perkembangan program ekonomi desa yang telah diumumkan.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Merlina Aryanti
Editor: Dian Ihsan