Anies Baswedan Dikabarkan Ditawari Jadi Mendagri, Geisz Chalifa: Ngapain Masuk, Gaul sama Bahlil?
Kredit Foto: Instagram/Geisz Chalifah
Loyalis Anies Baswedan, Geisz Chalifa, menanggapi pernyataan Refly Harun mengenai kabar tawaran jabatan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) kepada mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut untuk menggantikan Tito Karnavian.
Refly mengungkapkan bahwa Anies disebut mendapat tawaran dari seseorang di lingkar Istana Presiden. Bahkan, Refly mengaku diminta menyampaikan tawaran tersebut kepada Anies.
Menanggapi kabar itu, Geisz mempertanyakan alasan Anies harus bergabung ke dalam pemerintahan. Menurutnya, proses politik yang berlangsung sejak Pilpres 2019 sudah bermasalah.
"Sejak awal proses hasil Pilpres 2019 ini kan busuk, ngapain Anies masuk ke proses yang sudah kotor dari awal," kata Geisz saat menanggapi pertanyaan Refly Harun.
Geisz juga mengungkapkan bahwa Anies pernah mendapat tawaran jabatan Menteri Luar Negeri (Menlu) sebelum maju dalam Pilkada DKI Jakarta. Tawaran tersebut, menurut Geisz, disampaikan dengan harapan Anies tidak mengikuti kontestasi Pilkada DKI.
"Saya tahu bahwa Anies pernah ditawari Menlu, sebelum Pilkada DKI, agar jangan maju di Pilkada DKI. Yang bertemu dengan Anies saya tahu, Anies sempat video call dengan Pak Prabowo saya juga tahu,” ujar Geisz.
Pernyataan Geisz itu turut menanggapi komentar Ketua Badan Pemenangan Nasional (Bakom) Syahganda Nainggolan yang sebelumnya menyebut Anies menawarkan jabatan agar bisa masuk ke Istana.
Geisz kembali mempertanyakan alasan Anies harus masuk ke lingkar pemerintahan. Ia bahkan melontarkan sindiran dengan menyebut nama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
“Ngapain masuk ke dalam? Gaul ama Bahlil?” katanya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat