Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Persaingan Industri Makin Ketat, BUMA Perkuat Kualitas SDM untuk Kebutuhan Tambang

Persaingan Industri Makin Ketat, BUMA Perkuat Kualitas SDM untuk Kebutuhan Tambang Kredit Foto: BUMA
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), anak usaha utama PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID), memperkuat penyiapan tenaga kerja terampil melalui program pendidikan vokasi BUMA School. Sejak pertama kali dijalankan pada 2018, program tersebut telah menjangkau 2.236 siswa dan mengantarkan lebih dari 400 alumninya bekerja di BUMA maupun perusahaan lainnya.

Program ini menjadi bagian dari upaya perusahaan pertambangan tersebut untuk memperkecil kesenjangan antara kompetensi lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) dan kebutuhan tenaga kerja industri.

Pada tahun ajaran 2025/2026, BUMA School diikuti 200 siswa dari 10 SMK yang tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan.

Seluruh peserta berhasil menyelesaikan program dan memperoleh sertifikasi Basic Mechanic Course. Dari jumlah tersebut, sebanyak 170 siswa juga mengantongi sertifikasi kompetensi mekanik dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Selain pembelajaran di kelas, sebanyak 20 siswa mendapatkan kesempatan mengikuti praktik kerja industri (PRAKERIN) di BUMA Rebuild Center, Balikpapan.

Direktur Utama BUMA Dian Sofia Andyasuri mengatakan, BUMA School merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam menyiapkan generasi muda agar memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Menurutnya, kesiapan kerja tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga kedisiplinan, kemampuan beradaptasi, kerja sama tim, serta pemahaman terhadap standar profesional.

"Dengan pengalaman BUMA selama lebih dari dua dekade di industri pertambangan, kami memahami bahwa kesiapan kerja tidak hanya ditentukan oleh kompetensi teknis, tetapi juga disiplin, kemampuan beradaptasi, bekerja sama, serta pemahaman terhadap standar kerja profesional," ujar Dian dalam keterangan tertulis, Rabu (28/10/2026).

Dia menjelaskan, BUMA School dirancang melalui sejumlah tahapan, mulai dari seleksi peserta, pembelajaran kurikulum teknis, pengembangan soft skills, pembinaan mental dan fisik (Bintalsik), pemanfaatan Learning Management System(LMS), praktik kerja industri, hingga sertifikasi kompetensi.

Melalui pendekatan tersebut, siswa diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis, tetapi juga memahami standar keselamatan, kedisiplinan, dan budaya kerja yang berlaku di lingkungan industri.

Dalam pelaksanaannya, BUMA bertindak sebagai pemilik program, sedangkan PT BISA Ruang Nuswantara (BIRU), anak usaha sekaligus social arm BUMA Internasional Grup, menjadi pelaksana program yang mendukung proses pembelajaran dan pengembangan kompetensi peserta.

Dampak program tersebut juga dirasakan oleh sekolah mitra. Kepala Jurusan Program Studi Otomotif Teknik Kendaraan Ringan sekaligus Koordinator BUMA School dari SMKN 5 Sidrap, Mardin Umar, menilai kolaborasi dengan industri membantu sekolah menghadirkan pendidikan vokasi yang lebih relevan dengan kebutuhan pasar kerja.

Menurutnya, program tersebut tidak hanya meningkatkan kompetensi siswa, tetapi juga membantu sekolah meningkatkan kualitas dan daya saing pendidikan vokasi.

Sementara itu, salah satu alumni BUMA School yang kini bekerja sebagai mekanik di BUMA, Oktavian Dwi S, mengatakan pengalaman mengikuti program tersebut membantunya beradaptasi dengan lingkungan kerja profesional.

Dia menyebut pembelajaran langsung dari praktisi industri memberikan bekal keterampilan teknis sekaligus pemahaman mengenai disiplin, kerja sama tim, keselamatan, dan prosedur kerja.

Hingga saat ini, BUMA School telah melibatkan 32 guru dan bekerja sama dengan 16 SMK di tujuh provinsi. Selain menjangkau siswa, program tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas tenaga pendidik agar transfer pengetahuan dan praktik industri dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Untuk tahun ajaran 2026/2027, BUMA kembali melanjutkan program melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan empat sekolah, yakni SMK Negeri 1 Balikpapan, SMK Negeri 1 Singosari, SMK Swasta Warga Solo, dan SMK Swasta Tabalong.

Dian berharap keberlanjutan program tersebut dapat memperluas akses generasi muda terhadap pendidikan vokasi yang terhubung langsung dengan kebutuhan industri.

"Kami ingin BUMA School terus tumbuh dan memberikan dampak yang semakin luas, sehingga semakin banyak anak muda Indonesia yang tidak hanya lulus dengan membawa ijazah, tetapi juga memiliki kompetensi, karakter, dan kesiapan untuk membangun karier mereka," tutupnya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri