Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kadin Ingatkan Pemerintah soal Bahan Baku dan Aturan yang Hambat Dunia Usaha

Kadin Ingatkan Pemerintah soal Bahan Baku dan Aturan yang Hambat Dunia Usaha Kredit Foto: Ilham Nurul Karim
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia merumuskan tiga rekomendasi utama dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) 2026. Rekomendasi tersebut mencakup penguatan bantalan ekonomi, penjagaan pasokan bahan baku produksi, hingga kepastian berusaha untuk mendorong investasi dan ekspor.

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie mengatakan, ketiga rekomendasi itu disusun berdasarkan pembahasan dalam komisi serta masukan dari pelaku usaha dan Kadin di 38 provinsi.

Menurut dia, dunia usaha perlu memiliki daya tahan lebih kuat untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi global. Salah satu langkah yang perlu diperhatikan adalah menjaga arus kas perusahaan, kondisi fiskal pemerintah, serta daya beli rumah tangga.

"Jadi, kita harus meningkatkan bantalan dalam menghadapi guncangan ekonomi dunia. Bantalan itu satu, menjaga arus kas usaha dan tentunya juga negara, dan juga fiskal daerah di dalamnya, dan daya beli rumah tangga," ujar Anindya dalam konferensi pers hasil Rapimnas Kadin 2026, Jumat (30/10/2026).

Rekomendasi kedua berkaitan dengan ketersediaan bahan baku untuk kegiatan produksi. Kadin menilai kelancaran rantai pasok dari hulu hingga hilir perlu dijaga agar kegiatan industri dan usaha rakyat tidak terganggu.

Sementara itu, rekomendasi ketiga menyangkut kepastian berusaha di Indonesia. Kadin ingin iklim investasi dan perdagangan terus diperkuat agar produk nasional memiliki akses lebih luas ke pasar internasional.

Untuk mendukung agenda tersebut, Kadin mengusung dua pendekatan, yakni buy from Indonesia dan buy Indonesia. Pendekatan pertama diarahkan untuk meningkatkan ekspor produk Indonesia, sedangkan pendekatan kedua mendorong investasi melalui penanaman modal langsung maupun investasi portofolio, termasuk pembelian saham dan surat utang negara.

Baca Juga: Singapura Panggil 10 Perusahaan Akibat Karhutla, Kadin Yakin Tak Ganggu Investasi

Baca Juga: Soal Saham Gorengan, Bos Kadin: Emiten Belum Setor Banyak ke Ekonomi

Anindya menyebut, Indonesia memiliki potensi ekspor yang masih dapat dikembangkan. Dia mencontohkan sejumlah merek global seperti Boeing, Airbus, Tesla, dan Nike yang telah menggunakan komponen dari Indonesia.

Dia berharap rekomendasi Rapimnas tersebut dapat menjadi bahan pembahasan bersama pemerintah untuk memperkuat daya tahan sekaligus daya saing ekonomi nasional.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Dian Ihsan