Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Maybank Indonesia Kantongi Laba Sebelum Pajak Rp1,43 Triliun hingga September 2026

Maybank Indonesia Kantongi Laba Sebelum Pajak Rp1,43 Triliun hingga September 2026 Kredit Foto: Maybank Finance
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Bank Maybank Indonesia Tbk mencatatkan laba sebelum pajak (profit before tax/PBT) sebesar Rp1,43 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan kredit sebesar 6,8% secara tahunan (year-on-year/YoY) serta peningkatan pendapatan bunga bersih.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2026, Maybank Indonesia membukukan laba setelah pajak dan kepentingan nonpengendali (PATAMI) sebesar Rp957 miliar.

Pendapatan operasional (gross operating income/GOI) perseroan juga meningkat 0,4% YoY menjadi Rp7,28 triliun. Sementara itu, pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) tumbuh 4,3%, didukung penurunan beban bunga dan peningkatan pendapatan bunga dari pembiayaan anak usaha.

Sejalan dengan peningkatan tersebut, margin bunga bersih (net interest margin/NIM) Maybank Indonesia naik 14 basis poin menjadi 4,4%.

Dari sisi efisiensi, beban overhead tercatat meningkat 2,6% YoY menjadi Rp5,15 triliun. Adapun beban pencadangan kerugian kredit turun 10,2% menjadi Rp749 miliar. Perseroan mencatatkan laba operasional sebelum pencadangan (pre-provision operating profit/PPOP) sebesar Rp2,14 triliun.

Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan mengatakan, kinerja tersebut mencerminkan pertumbuhan bisnis inti perbankan yang berkelanjutan, didukung pertumbuhan kredit di berbagai segmen serta perbaikan komposisi pendanaan di tengah tekanan pasar.

"Setelah menyelesaikan transformasi kami menjadi grup keuangan terintegrasi pada Agustus tahun ini, prioritas kami selanjutnya mencakup penguatan kolaborasi antarentitas dengan memanfaatkan beragam solusi dan kapabilitas yang dimiliki Maybank Indonesia untuk melayani kebutuhan keuangan nasabah dengan lebih komprehensif," ujarnya.

Baca Juga: Saham Terancam Dicoret dari Perhitungan IHSG, Ini Respons Maybank

Kredit Tumbuh 6,8%, CASA Naik 16,7%

Dari sisi intermediasi, total kredit Maybank Indonesia meningkat 6,8% YoY menjadi Rp128,39 triliun pada September 2026.

Pertumbuhan terutama ditopang segmen Global Banking (GB) yang mencatatkan kenaikan 14,6% YoY menjadi Rp57,35 triliun. Kredit Large Local Corporates (LLC) tumbuh 48%, sedangkan Commercial Banking meningkat 20,6%.

Sementara itu, kredit Community Financial Services (CFS) naik 1,2% YoY menjadi Rp71,03 triliun. Pertumbuhan pada segmen ini didukung kredit SME Banking yang meningkat 9,6% serta kredit ritel yang tumbuh 2,1% menjadi Rp48,64 triliun.

Kredit otomotif juga mencatatkan pertumbuhan 5,3%, sedangkan segmen kartu kredit dan kredit tanpa agunan (KTA) meningkat 11% secara tahunan.

Pada sisi pendanaan, dana murah atau current account and savings account (CASA) tumbuh 16,7% YoY menjadi Rp79,81 triliun. Pertumbuhan tersebut berasal dari peningkatan giro sebesar 21,1% dan tabungan sebesar 8,5%.

Di sisi lain, deposito berjangka turun 28,5% sejalan dengan strategi optimalisasi pendanaan. Kondisi tersebut membuat total simpanan nasabah turun 4,9% menjadi Rp124,59 triliun. Meski demikian, rasio CASA meningkat menjadi 64,1% dari sebelumnya 52,2% pada periode yang sama tahun lalu.

Dari aspek kualitas aset, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) juga membaik. NPL gross tercatat sebesar 2,1%, turun dari 2,4% pada September 2025. Sementara NPL net turun menjadi 1,3% dari sebelumnya 1,5%.

Total aset konsolidasian Maybank Indonesia mencapai Rp219,81 triliun per September 2026. Sementara itu, total aset Bank secara individual tercatat sebesar Rp197,90 triliun atau tumbuh 7,4% YoY.

Baca Juga: Maybank Gandeng NIUM, Transfer Uang ke Luar Negeri Kini Makin Praktis!

Pembiayaan Syariah dan Anak Usaha Tumbuh

Kinerja positif juga terlihat pada lini perbankan syariah. Pembiayaan yang disalurkan melalui Perbankan Syariah Maybank Indonesia tumbuh 18,4% YoY menjadi Rp32,46 triliun pada September 2026.

Pertumbuhan tersebut ditopang pembiayaan Global Banking Syariah yang meningkat 28% dan Community Financial Services Syariah sebesar 12,4%. Porsi pembiayaan syariah terhadap total pembiayaan Bank secara individual mencapai 29,2%.

Dari sisi profitabilitas, laba sebelum pajak Perbankan Syariah meningkat 29,4% YoY menjadi Rp668 miliar.

Sementara itu, anak usaha Maybank Indonesia juga mencatatkan peningkatan laba sepanjang sembilan bulan pertama 2026.

PT Maybank Indonesia Finance membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp573 miliar atau tumbuh 32,9% YoY. Total pembiayaan perusahaan tersebut meningkat 16,4% menjadi Rp8,64 triliun.

PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) mencatatkan laba sebelum pajak Rp219 miliar, melonjak 70,5% YoY, dengan total pembiayaan mencapai Rp6,78 triliun.

Adapun PT Maybank Sekuritas Indonesia membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp223 miliar atau meningkat 45,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Presiden Komisaris Maybank Indonesia Dato’ Zulkiflee Abbas Abdul Hamid menyampaikan bahwa pertumbuhan kredit perseroan turut mencerminkan posisi Indonesia sebagai salah satu pasar utama Maybank Group.

Menurutnya, pasar Indonesia menawarkan peluang untuk memperluas kehadiran bisnis sekaligus memperkuat konektivitas regional (regional connectivity).

"Kami akan terus mendukung Maybank Indonesia dalam meningkatkan kinerja bisnis di seluruh entitasnya dengan memanfaatkan keahlian dan kapabilitas Maybank Group, sejalan dengan strategi ROAR30," ujarnya.

Di sisi permodalan, Maybank Indonesia mempertahankan rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 24% dan Common Equity Tier 1 (CET1) sebesar 22,8%. Sementara itu, likuiditas tetap terjaga dengan Loan-to-Deposit Ratio (LDR) sebesar 88,4%.

Sepanjang kuartal III 2026, Maybank Indonesia juga memperoleh sejumlah penghargaan industri, termasuk Sustainability Initiative of the Year dalam Asian Banking & Finance Retail Banking Awards 2026 berdasarkan kinerja tahun buku 2025.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Istihanah
Editor: Istihanah