Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Prabowo Minta Anak Muda Indonesia Tak Ulangi Kesalahan Pendahulu

Prabowo Minta Anak Muda Indonesia Tak Ulangi Kesalahan Pendahulu Kredit Foto: BPMI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto memberikan pesan fundamental kepada generasi muda agar cermat membedah lembaran masa lalu bangsa dari Indonesia.

Prabowo mengingatkan bahwa perjalanan sejarah tanah air penuh dengan dinamika, dan para pemuda saat ini dituntut untuk mewarisi kecemerlangan para pendahulu tanpa mengulangi kesalahan dan kelemahan yang sama.

Baca Juga: BYD Subang Digeruduk Ormas, Menteri Prabowo: Warga Merasa Belum Cukup, Jangan Beda Frekuensi

"Jangan kita ulangi kesalahan-kesalahan pendahulu-pendahulu kita. Pendahulu kita banyak kecemerlangan, tapi kita belajar dari kekurangannya," tegas Prabowo dikutip Sabtu (31/10/2026).

Presiden menyoroti bahwa pesatnya kemajuan teknologi di era modern sama sekali tidak menggugurkan urgensi untuk memahami sifat dasar manusia dan sejarah bangsanya.

Ia mengambil contoh dari pengalaman pahit masa penjajahan, di mana negara berhasil dieksploitasi bukan hanya karena keunggulan senjata penjajah, melainkan akibat rapuhnya persatuan sesama anak bangsa yang mudah termakan politik pecah belah (devide et impera).

Kesalahan strategis inilah yang diwanti-wanti presiden agar tidak kembali terulang di masa kini, terutama dengan munculnya berbagai paham yang mengutamakan ego kelompok di atas kepentingan nasional.

Guna memastikan mata rantai kesalahan masa lalu tersebut terputus, presiden menempatkan sektor pendidikan sebagai instrumen nation building yang paling krusial. Pembangunan fondasi sumber daya manusia ini harus dilakukan secara berkesinambungan, mulai dari pendidikan usia dini, pendidikan dasar, hingga ke jenjang pendidikan tinggi.

Namun, Prabowo menggarisbawahi bahwa cita-cita membangun pendidikan berkualitas demi generasi masa depan membutuhkan investasi kapital yang sangat masif.

Baca Juga: Eks Sekretaris Kementerian BUMN: Jika Indonesia Stop Beli Minyak Singapura, Kilang Mereka Bangkrut

Oleh karena itu, ia menuntut tata kelola kekayaan negara yang bersih dan bertanggung jawab. Sumber daya bangsa mutlak diamankan dari segala bentuk praktik korupsi, penyelewengan, maupun penyalahgunaan wewenang yang justru akan membawa negara kembali pada jurang kehancuran seperti di masa lalu.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar