Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Freeport Persoalkan Bea Keluar Emas 10%, Singgung Ketentuan IUPK

Freeport Persoalkan Bea Keluar Emas 10%, Singgung Ketentuan IUPK Kredit Foto: Freeport Indonesia
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Freeport Indonesia (PTFI) meminta kejelasan kepada pemerintah Indonesia mengenai prosedur administrasi ekspor emas hasil pemurnian. Permintaan tersebut berkaitan dengan ketentuan bea keluar emas sebesar 10% yang dinilai perusahaan bertentangan dengan ketentuan dalam Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) PTFI.

Dalam laporan kinerja kuartal III 2026 yang dirilis pada 27 Oktober 2026, induk usaha PTFI, Freeport-McMoRan (FCX), mengungkapkan bahwa perusahaan tengah meminta kejelasan pemerintah terkait penerapan ketentuan tersebut terhadap ekspor emas olahan.

"PTFI tengah meminta kejelasan kepada pemerintah Indonesia mengenai prosedur administrasi ekspor emas olahan karena ketentuan yang berlaku saat ini menetapkan bea keluar sebesar 10% dan bertentangan dengan ketentuan dalam IUPK khusus PTFI yang tidak mewajibkan pembayaran bea keluar atas ekspor emas olahan," tulis manajemen dalam laporan tersebut.

Persoalan ini muncul di tengah rencana peningkatan penjualan emas PTFI pada kuartal IV 2026. FCX menyebutkan, perusahaan berpeluang memasarkan emas olahannya ke pasar ekspor sepanjang produksi tersebut tidak dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik.

"PTFI dapat menjual emas ke pasar ekspor sepanjang tidak dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik," tulis manajemen.

Di sisi lain, kinerja produksi dan penjualan emas PTFI masih menunjukkan perbedaan cukup besar. Selama sembilan bulan pertama 2026, produksi emas PTFI tercatat mencapai 505.000 ons, sedangkan penjualannya sebanyak 332.000 ons.

Baca Juga: Laba Operasi PTFI Anjlok 51,9% pada Kuartal III-2026

Baca Juga: Smelter Freeport Resmi Beroperasi Kembali, Apa Dampaknya Bagi Hilirisasi?

Dengan demikian, volume produksi emas tercatat lebih tinggi 173.000 ons dibandingkan realisasi penjualannya sepanjang periode tersebut.

FCX memperkirakan volume penjualan emas PTFI sepanjang 2026 mencapai sekitar 632.000 ons. Proyeksi tersebut mencerminkan ekspektasi peningkatan penjualan pada kuartal IV, termasuk kemungkinan penjualan ke pasar ekspor.

Kepastian mengenai prosedur administrasi ekspor dan penerapan bea keluar menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam realisasi penjualan emas PTFI pada akhir tahun ini. Perusahaan masih menunggu kejelasan pemerintah mengenai ketentuan tersebut.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra