Kredit Foto: AMMAN
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) meningkatkan kapasitas pabrik pengolahan bijih atau konsentrator dari sebelumnya sekitar 40 juta ton menjadi 85 juta ton per tahun. Ekspansi tersebut menambah kemampuan pengolahan bijih perusahaan sekitar 45 juta ton per tahun atau meningkat 112,5% dibandingkan kapasitas sebelumnya.
Dalam laporan kinerja kuartal III 2026 yang dipublikasikan melalui keterbukaan informasi, AMMN menyebutkan bahwa peningkatan kapasitas tersebut dilakukan untuk mendukung pengolahan bijih dari tambang Batu Hijau Fase 8 dan proyek Elang yang tengah dikembangkan perusahaan.
Sebelum ekspansi, kapasitas pengolahan bijih AMMN berada di kisaran 40 juta ton per tahun. Setelah perluasan, kemampuan input pengolahan bijih ditingkatkan menjadi sekitar 85 juta ton per tahun.
Manajemen mengungkapkan, proses komisioning fasilitas baru berjalan sesuai rencana. Pengolahan bijih pertama di pabrik konsentrator hasil ekspansi dimulai pada pertengahan Agustus 2026.
"Kami telah memperluas pabrik konsentrator untuk meningkatkan kapasitas input pengolahan bijih menjadi sekitar 85 juta ton per tahun. Peningkatan kapasitas ini akan mendukung pengolahan bijih dari Fase 8 Batu Hijau dan Elang di masa depan, guna memenuhi permintaan produk kami yang terus meningkat. Komisioning berjalan sesuai rencana, dengan bijih pertama diproses di pabrik konsentrator pada pertengahan Agustus 2026," tulis manajemen dalam laporan.
Ekspansi tersebut menjadi bagian dari strategi AMMN untuk menjaga keberlanjutan produksi tambang Batu Hijau sekaligus mempersiapkan infrastruktur pengolahan bagi proyek Elang.
Dalam perkembangan operasionalnya, AMMN mencatat volume bijih yang diproses mencapai 32 juta ton selama Januari–September 2026. Jumlah tersebut meningkat 38% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 23 juta ton.
Peningkatan pengolahan bijih tersebut turut mendorong produksi konsentrat tembaga perusahaan. Sepanjang sembilan bulan pertama 2026, produksi konsentrat mencapai 580.713 ton kering atau meningkat 87% secara tahunan.
Produksi tembaga dalam konsentrat tercatat sebesar 332 juta pon, meningkat 129% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, produksi emas dalam konsentrat mencapai 541.337 ons atau melonjak 616%.
Baca Juga: Hadir di Acara PDIP Bareng Ahok, Tom Lembong Wanti-wanti Anak Muda Soal Ancaman Krisis Ini
Baca Juga: Persaingan Industri Makin Ketat, BUMA Perkuat Kualitas SDM untuk Kebutuhan Tambang
Di sisi lain, ekspansi kapasitas pengolahan juga berkaitan dengan rencana pengembangan tambang Elang. AMMN menargetkan keputusan investasi final (Final Investment Decision/FID) proyek tersebut pada 2027, sedangkan produksi bijih pertama ditargetkan pada 2031/2032.
Sementara itu, umur tambang Batu Hijau diperkirakan berlangsung hingga 2031/2032. Pengolahan stockpile diproyeksikan dapat berlanjut hingga 2033/2034 atau lebih.
Dengan peningkatan kapasitas konsentrator menjadi 85 juta ton per tahun, AMMN menyiapkan kemampuan pengolahan yang lebih besar untuk menopang produksi Batu Hijau Fase 8 dan pengembangan tambang Elang dalam jangka panjang.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: