Ray Rangkuti: Pihak Gibran Sekarang Mulai Menuduh-nuduh Prabowo Juga Tak Punya Ijazah SMA
Kredit Foto: Instagram/Ray Rangkuti
Sekretaris Jenderal Projo, Freddy Damanik, menilai wacana pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak hanya menyasar Gibran, tetapi juga Presiden Prabowo Subianto.
Freddy beranggapan, apabila Gibran berhasil dimakzulkan, maka target selanjutnya adalah Presiden Prabowo Subianto. Ia mengaitkan pandangan tersebut dengan latar belakang pendidikan Prabowo yang juga ditempuh di luar negeri.
"Justru kami melihat ini sasaran utamanya, memang targetnya adalah Presiden Prabowo. Jadi tumbangkan dulu Wapres Gibran, kemudian sasaran berikutnya adalah menumbangkan Presiden Prabowo," kata Freddy.
Lebih lanjut, Freddy mempertanyakan konsistensi pihak-pihak yang mendorong pemakzulan Gibran dengan alasan persoalan Surat Keterangan (Suket) penyetaraan pendidikan.
Menurut dia, apabila dokumen penyetaraan pendidikan Gibran dipersoalkan, latar belakang pendidikan Prabowo di luar negeri juga perlu mendapat perhatian.
"Justru kalau Gibran itu dikenakan suket, maka Pak Prabowo justru lebih parah," pungkasnya.
Ia kemudian mempertanyakan apakah dokumen penyetaraan pendidikan serupa juga pernah diminta dari Prabowo ketika mendaftar sebagai calon presiden.
"Bahwa ini memang targetnya adalah Presiden Prabowo. Suket itu sendiri, kami melihat, coba waktu pendaftaran itu, Presiden Prabowo SMA di luar negeri dan lain-lain, ada enggak itu suket?" kata Freddy.
Ray Rangkuti Tanggapi Pernyataan Projo
Menanggapi pernyataan Freddy, aktivis Ray Rangkuti menyinggung pertimbangan Mahkamah Konstitusi (MK) dan putusan Mahkamah Agung (MA) yang sebelumnya menjadi bagian dari perdebatan mengenai dokumen pendidikan Gibran.
Ray menyatakan kedua lembaga peradilan tersebut telah mengeluarkan pertimbangan dan putusan hukum. Karena itu, menurutnya, persoalan tersebut semestinya dibahas dengan merujuk pada produk hukum yang telah diterbitkan.
"Pertimbangan Mahkamah Konstitusi sudah dikeluarkan, Putusan MA sudah. Keduanya pendapat dan putusan hukum tertinggi. Tapi tetap ngeyel berkuasa. Siapa sebenarnya yang ingin gaduh terus?" ujar Ray.
Ray juga menyoroti pernyataan pihak yang mendukung Gibran karena dinilai turut menyeret Prabowo ke dalam polemik tersebut.
Ia menyebut dua hal yang menjadi sorotannya, yakni tudingan bahwa Prabowo juga tidak memiliki ijazah SMA dan anggapan bahwa pemakzulan Gibran merupakan bagian dari upaya untuk menargetkan Prabowo.
"Pro Gibran saat ini bawa-bawa atau menyeret Prabowo Subianto. 1. Prabowo dituduh juga tidak punya ijazah SMA. 2. Yang mau dilengserkan juga Prabowo, panik nampaknya," tutupnya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: