Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Gibran: Jangan Terprovokasi, Jangan Mudah Percaya Kabar Bohong

Gibran: Jangan Terprovokasi, Jangan Mudah Percaya Kabar Bohong Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terhasut kabar bohong maupun ujaran kebencian yang berpotensi merusak persatuan. Di tengah keberagaman Indonesia, ia meminta warga tetap menjaga kerukunan dan tidak menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk saling bermusuhan.

Pesan tersebut disampaikan Gibran saat menghadiri acara Injil Masuk Tanah Kalumpang di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Senin (2/11/2026). Ia menegaskan, persaudaraan yang telah dibangun para leluhur harus dijaga agar tidak runtuh hanya karena informasi yang belum tentu benar.

"Jangan mudah terprovokasi. Jangan mudah percaya kabar bohong. Jangan biarkan satu kabar bohong atau satu ujaran kebencian meretakkan rumah persaudaraan yang telah dibangun oleh para leluhur kita," kata Gibran.

Baca Juga: Pimpinan Golkar Kaget Putusan MA soal Gibran: Masalah Ini Tidak Boleh Dibiarkan

Ia juga mengajak masyarakat untuk saling menguatkan dan membantu, sekaligus merawat keberagaman sebagai kekuatan bangsa. Menurutnya, perbedaan seharusnya tidak digunakan untuk memecah belah masyarakat.

"Mari kita jaga Indonesia bersama-sama. Kita saling menguatkan, saling bantu, saling topang. Jadikan perbedaan, bukan sebagai pemecah belah," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, mantan wali kota Solo tersebut turut mengapresiasi keteguhan masyarakat Tanah Kalumpang yang dinilainya tetap menjaga akar budaya dan tradisi. Ia menyebut perayaan Injil Masuk Tanah Kalumpang bukan sekadar memperingati perjalanan iman, tetapi juga menjadi momentum merayakan keluhuran budaya setempat.

Menurut Gibran, Tanah Kalumpang menyimpan jejak peradaban para pendahulu yang harus dirawat dan dilestarikan bersama. Ia mengingatkan agar generasi muda tidak hanya mengenal warisan budaya melalui dokumentasi, tetapi juga bangga menghidupkannya dalam keseharian.

Baca Juga: PDIP Singgung Dugaan Prabowo Jadi Tameng Demi Selamatkan Pemakzulan Gibran

"Jangan sampai anak-anak muda mengenal kain sekomandi hanya dari foto tanpa pernah memiliki kebanggaan menggunakannya, mengetahui bahasa Kalumpang hanya dari catatan tanpa pernah menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari," ungkap dia.

Gibran kembali menekankan bahwa Indonesia merupakan bangsa majemuk yang membutuhkan komitmen bersama untuk menjaga persatuan, perdamaian, dan toleransi. Ia berharap kerukunan yang telah terbangun di Tanah Kalumpang terus dipertahankan meski masyarakat memiliki latar belakang dan perbedaan.

"Perbedaan tidak boleh menjadi alasan untuk saling menjauh. Perbedaan tidak boleh menjadi alasan untuk saling curiga. Justru di tengah perbedaan itu, kedewasaan kita diuji. Dan saya harap kerukunan di tanah Kalumpang ini terus terjaga," tambah Gibran.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Tag Terkait: