Kredit Foto: Syarief Muhammad Syafiq
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melayangkan peringatan kepada ribuan aparatur sipil negara (ASN) yang baru dilantik. Ia meminta mereka tidak sembarangan mengunggah isu di luar tugas utama ke media sosial.
Pesan itu disampaikan Pramono usai melantik para ASN tersebut di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (4/11/2026).
Menurut Pramono, status sebagai ASN bukan sekadar soal jabatan dan seragam. Sejak resmi dilantik, kata dia, ada tanggung jawab dan kewajiban yang harus melekat dalam setiap tugas.
"Jadi bagi ASN baru, selama dua tahun mereka kan sebenarnya sambil bekerja dan juga mengikuti pelatihan yang ada. Begitu mereka menjadi ASN, mereka ada tanggung jawab dan kewajibannya," ujar dia.
Pramono juga menekankan soal etika dalam bermedia sosial. Ia tidak melarang ASN untuk berdemokrasi, tetapi tetap meminta mereka memperhatikan batasan yang ada.
"Termasuk tidak bisa kemudian seenaknya atau sesukanya mem-posting di media sosial hal-hal yang berkaitan bukan tugas utamanya. Sehingga dengan demikian, tanpa mengurangi hak demokrasi yang dimiliki oleh ASN Jakarta, selama mereka bertugas tentunya mereka harus bekerja secara profesional," tegas eks Sekretaris Kabinet (Seskab) itu.
Baca Juga: 20.980 Personel TNI AL Siaga di Jakarta, Ini Respons Pramono Anung
Ia mengaku yakin dengan kualitas para ASN yang baru saja dilantik tersebut. Menurutnya, mereka sudah melewati seleksi yang ketat dan pelatihan berlapis sebelum dilantik.
"ASN Jakarta ini seleksinya kan sudah ketat dan bertahap. Apalagi mereka mendapatkan pelatihan, baik dari pemerintah DKI Jakarta sendiri, dari Badan Kepegawaian Nasional, dari Kemenpan RB, dan dari berbagai institusi yang lainnya. Saya yakin mereka pasti memahami akan tugas dan tanggung jawabnya," kata Pramono.
Adapun pelantikan dari calon pegawai menjadi pegawai negeri sipil penuh di lingkungan Pemprov DKI Jakarta diikuti 3.418 orang. Dari jumlah itu, 15 di antaranya merupakan penyandang disabilitas.
Pramono berharap, energi para pengemban tugas negara muda ini bisa memperkuat reformasi birokrasi, serta menghadirkan pelayanan kepada warga Jakarta dengan optimal.
"Bagi saya, setelah mereka hampir dua tahun digembleng, dilatih, dididik, mudah-mudahan mereka bisa berkarier lebih baik dan menjadi pelayan bagi masyarakat yang ada di Jakarta ini," pungkasnya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Syarief Muhammad Syafiq
Editor: Istihanah