Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Demokrat Dukung Rencana Pertemuan Ketum Parpol Bahas Kasus Penyadapan Prabowo, Ini Alasannya

Demokrat Dukung Rencana Pertemuan Ketum Parpol Bahas Kasus Penyadapan Prabowo, Ini Alasannya Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Partai Demokrat mendukung rencana pertemuan para ketua umum partai politik untuk membahas dan mengawal pengusutan kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto.

Demokrat berharap pertemuan tersebut dapat memastikan proses penyidikan berjalan terbuka, objektif, dan sesuai prinsip kebenaran serta keadilan.

"Iya, kita dukung banget pertemuan para ketum parpol untuk membahas dan mengawal kasus ini agar seluruh rangkaian penyidikan ini berjalan secara terbuka, obyektif, dan sesuai dengan asas kebenaran dan keadilan," ujar Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra kepada wartawan, Kamis (5/11/2026).

Dukungan tersebut disampaikan setelah Sekjen Partai Gerindra Sugiono membuka peluang digelarnya pertemuan para pimpinan partai politik. Sebelumnya, Sugiono ditanya mengenai kemungkinan para ketua umum parpol berkumpul setelah terbongkarnya kasus dugaan penyadapan terhadap Prabowo.

"Ya, bisa jadi. Bisa jadi," kata Sugiono kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/11).

Herzaky menegaskan, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendukung pengusutan perkara tersebut hingga tuntas.

Menurutnya, Demokrat berada bersama Prabowo untuk mendorong seluruh rangkaian dugaan penyadapan itu dibongkar.

"Ketum kami, Mas AHY sudah menyampaikan mendukung penuh dan berada bersama Bapak Presiden Prabowo untuk bongkar total sampai tuntas penyadapan ini," katanya.

Baca Juga: Kubu Gibran ke Anak Buah AHY: Jangan Coba-coba Ancam Wapres Mundur atau Dimundurkan

Herzaky menilai kasus tersebut merupakan persoalan serius karena menyangkut dugaan penyadapan terhadap seorang Presiden oleh pihak dari dalam pemerintahan. Dia bahkan menyebut perkara itu sudah mengarah pada dugaan makar.

"Karena ini masalah sangat serius dan fundamental. Sudah mengarah ke makar. Bisa-bisanya seorang Presiden disadap oleh orang dalam pemerintahan. Berita ini sangat mengagetkan kita semua," tambahnya.

Sementara itu, Sugiono sebelumnya menyatakan Gerindra mempertanyakan motif di balik dugaan penyadapan tersebut.

Dia juga menilai tindakan itu sebagai bentuk insubordinasi dan meminta kemungkinan adanya motif yang mengarah pada makar turut didalami.

Pernyataan para politikus tersebut muncul di tengah pengusutan kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Prabowo. Namun, proses hukum tetap perlu berjalan berdasarkan fakta dan alat bukti yang ditemukan penyidik.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama