Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Aset Asuransi Tembus Rp1.192 Triliun, Tumbuh 0,98%

Aset Asuransi Tembus Rp1.192 Triliun, Tumbuh 0,98% Kredit Foto: Azka Elfriza
Warta Ekonomi, Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total aset industri asuransi mencapai Rp1.192,84 triliun hingga September 2026, tumbuh 0,98% secara tahunan (year on year/yoy).

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, mengatakan pertumbuhan aset tersebut diikuti kondisi permodalan industri yang tetap kuat.

"Kinerja industri perasuransian, penjaminan, dan dana pensiun secara umum tetap stabil dan terjaga. Untuk industri asuransi, aset industri asuransi pada September 2026 mencapai Rp1.192,84 triliun atau naik 0,98% year-on-year dari posisi yang sama di tahun sebelumnya," kata Ogi dalam konferensi pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK Hasil RDKB Oktober, Kamis (5/11/2026).

Pada segmen komersial, total aset tercatat Rp976,78 triliun atau tumbuh 1,90% yoy. Pertumbuhan tersebut sejalan dengan pendapatan premi asuransi komersial yang mencapai Rp252,8 triliun atau naik 2,61% yoy.

Asuransi jiwa menjadi penopang utama dengan premi Rp141,59 triliun, tumbuh 6,58% yoy. Sementara, premi asuransi umum dan reasuransi justru mengalami kontraksi 2,04% yoy menjadi Rp111,18 triliun.

Di sisi lain, aset asuransi non-komersial turun 2,97% secara tahunan menjadi Rp216,06 triliun hingga September 2026. Penurunan aset tersebut terjadi meski premi asuransi non-komersial tumbuh 6,72% menjadi Rp153,32 triliun.

Namun, pertumbuhan klaim tercatat lebih tinggi dibandingkan premi. Nilai klaim asuransi non-komersial mencapai Rp159,69 triliun, tumbuh 8,17% yoy.

Baca Juga: Bisnis Leasing Cuma Tumbuh 2,21 Persen, OJK Ungkap Kondisinya

Baca Juga: OJK Sanksi 169 Pihak di Pasar Modal Senilai Rp2,23 Triliun per Oktober 2026

Sementara itu, industri dana pensiun mencatat pertumbuhan aset yang lebih tinggi dibandingkan industri asuransi. Total aset dana pensiun mencapai Rp1.721,91 triliun hingga September 2026, tumbuh 6,11% yoy.

Adapun industri penjaminan masih mengalami kontraksi. Total aset industri penjaminan tercatat Rp47,26 triliun hingga September 2026, turun 2,03% yoy.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Dwi Aditya Putra