Kredit Foto: Ist
Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya, Rosario de Marshall alias Hercules, mengaku terkejut sekaligus terhibur saat mengetahui namanya disebut sebagai salah satu sasaran penyadapan ilegal.
Hercules bahkan sempat tertawa ketika mengetahui dirinya berada di urutan ke-25 dalam sebuah dokumen yang beredar di media sosial.
Saat ditemui awak media di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (5/11/2026), Hercules berkelakar bahwa dirinya semakin hebat karena ikut menjadi sasaran penyadapan.
Ia juga mengaku tidak menyangka namanya masuk dalam daftar tersebut. Menurut Hercules, dirinya selama ini merasa sebagai orang biasa.
Meski menanggapi informasi itu dengan candaan, Hercules menyatakan keprihatinan terhadap dugaan penyadapan ilegal yang disebut turut menyasar Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah pejabat negara.
Ia menilai penyadapan terhadap kepala negara merupakan persoalan serius, terlebih jika dilakukan oleh pihak yang seharusnya bertugas menjaga keamanan negara.
Hercules menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk pengkhianatan terhadap bangsa dan negara. Ia meminta aparat mengusut tuntas perkara tersebut serta menegaskan bahwa hukum harus berlaku bagi siapa pun, termasuk mantan pejabat tinggi negara.
Di sisi lain, Hercules menyatakan dukungan kepada Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto beserta jajaran Polri dalam menangani kasus dugaan penyadapan ilegal tersebut.
Sebelumnya, dokumen yang beredar di media sosial menyebut 43 tokoh dari berbagai latar belakang politik dan pemerintahan sebagai sasaran penyadapan.
Namun, hingga kini belum ada keterangan resmi dari Bareskrim Polri mengenai nama-nama yang tercantum dalam dokumen tersebut.
Bareskrim menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo, sejumlah pejabat negara, politikus, media, dan lembaga swadaya masyarakat.
Ketiga tersangka tersebut adalah mantan Kapolri yang kini menjabat Kepala Kantor Staf Presiden, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta Irjen Ahrie Sonta Nasution dan Irjen Eko Hadi Santoso.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: