- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
PLN EPI Klaim SMART REGAS Tarakan Hemat BBM hingga Rp147 Miliar per Tahun
Kredit Foto: PLN EPI
Fasilitas penyimpanan dan regasifikasi gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) SMART REGAS Tarakan mencatat tingkat ketersediaan operasional sebesar 99,81 persen sepanjang Oktober 2025 hingga September 2026. Pemanfaatan fasilitas milik PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) tersebut juga diproyeksikan mampu mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) hingga 32.000 kiloliter per tahun, dengan potensi penghematan biaya mencapai Rp147 miliar per tahun.
Capaian tersebut disampaikan dalam kunjungan Komisaris Utama PLN EPI Nikson Silalahi ke fasilitas SMART REGAS di PLTMG Gunung Belah, Tarakan, Kalimantan Utara, Kamis (5/11/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan keandalan operasional fasilitas sekaligus menjaga keberlanjutan pasokan gas bagi pembangkit listrik di Pulau Tarakan.
Berdasarkan data operasional perusahaan, tingkat ketersediaan atau Equivalent Availability Factor (EAF) SMART REGAS Tarakan mencapai 99,81 persen. Angka tersebut melampaui target perusahaan sebesar 98,22 persen atau lebih tinggi 1,59 poin persentase.
Dalam periode yang sama, fasilitas tersebut menyalurkan gas sebanyak 197.233 MMBTU untuk mendukung kebutuhan pembangkit listrik. SMART REGAS Tarakan memiliki kapasitas regasifikasi sebesar 5 BBTUD dan memasok gas ke PLTMG Gunung Belah serta PLTMG Kampung Satu.
Fasilitas ini berfungsi menerima, menyimpan, dan mengubah LNG kembali menjadi gas sebelum disalurkan ke pembangkit. Keberadaannya menjadi solusi bagi kebutuhan energi primer di Tarakan yang masih menghadapi keterbatasan pasokan gas melalui jaringan pipa.
Komisaris Utama PLN EPI Nikson Silalahi mengapresiasi kinerja Direksi PLN Energi Gas dalam mengelola fasilitas tersebut. Menurutnya, infrastruktur penyimpanan dan regasifikasi LNG memiliki peran penting dalam menjaga pasokan energi primer bagi pembangkit listrik.
“Mewakili Dewan Komisaris PLN EPI, kami sangat mengapresiasi kinerja baik Direksi PLN Energi Gas. Kami memandang bahwa tersedianya fasilitas penyimpanan dan regasifikasi LNG Tarakan yang dibangun dan dikelola dengan baik oleh PLN Energi Gas yang telah diresmikan tahun lalu memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya di Tarakan dan sekitarnya. Dengan adanya fasilitas ini, kebutuhan pasokan gas untuk pembangkit listrik dapat terpenuhi sehingga sangat membantu masyarakat,” ujar Nikson.
Menurut Nikson, pemanfaatan LNG menjadi salah satu solusi untuk memperkuat rantai pasok gas, terutama di wilayah yang belum memiliki akses memadai terhadap jaringan pipa gas. Sistem tersebut memungkinkan pasokan energi primer disesuaikan dengan kebutuhan pembangkit.
Selain menjaga keandalan pasokan listrik, penggunaan gas juga berpotensi meningkatkan efisiensi biaya pembangkitan. PLN EPI memproyeksikan pemanfaatan LNG di Tarakan dapat mengurangi konsumsi BBM sekitar 32.000 kiloliter setiap tahun, dengan potensi penghematan biaya bahan bakar berkisar Rp74 miliar hingga Rp147 miliar per tahun.
Direktur Utama PLN Energi Gas Edwin Bangun mengatakan, capaian ketersediaan fasilitas sebesar 99,81 persen menjadi tolok ukur perusahaan dalam menjaga keandalan operasional. Karena itu, PLN Energi Gas akan terus memperkuat pemeliharaan infrastruktur dan memastikan kesesuaian pasokan LNG dengan kebutuhan pembangkit.
“Bagi kami, capaian ketersediaan fasilitas sebesar 99,81 persen menjadi tolok ukur untuk menjaga keandalan operasi. Kami akan terus memperkuat pemeliharaan fasilitas dan berkoordinasi dengan PLN EPI serta pengelola pembangkit agar pasokan LNG terjaga dan gas dapat disalurkan sesuai dengan kebutuhan. Dengan begitu, SMART REGAS Tarakan dapat terus mendukung keandalan pasokan listrik bagi masyarakat,” ujar Edwin dalam keterangan resmi, Kamis (5/11/2026).
Baca Juga: PLN Sebut Kebutuhan Batu Bara 2027 Meningkat, Capai 174 Juta Ton
Baca Juga: PLN EPI Dorong Generasi Muda Garap Bisnis Bioenergi 60,6 Juta Ton
Edwin menambahkan, hasil evaluasi dan peninjauan Dewan Komisaris menjadi masukan bagi perusahaan untuk meningkatkan pengelolaan fasilitas. PLN EPI bersama PLN Energi Gas juga akan mengoptimalkan rantai pasok LNG dan memperkuat kesiapan infrastruktur agar penyaluran gas bagi pembangkit tetap berkelanjutan.
Pengembangan infrastruktur LNG tersebut menjadi bagian dari upaya PLN EPI menghadirkan pasokan energi primer yang lebih fleksibel dan efisien, terutama bagi sistem kelistrikan di wilayah kepulauan dan daerah yang memiliki keterbatasan jaringan pipa gas.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra