Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

IHSG Ditutup Menguat 0,40%, Sempat Anjlok hingga 4.925

IHSG Ditutup Menguat 0,40%, Sempat Anjlok hingga 4.925 Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup di zona hijau pada perdagangan Jumat (6/11/2026). IHSG naik 0,40% atau 20,16 poin ke level 5.050,42 dibandingkan penutupan hari sebelumnya.

Meski demikian, pergerakan indeks sepanjang perdagangan cukup bergejolak. IHSG sempat tertekan di zona merah hingga menyentuh level terendah 4.925,10 sebelum akhirnya berbalik menguat pada penutupan.

Aktivitas perdagangan mencatatkan volume 47,38 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp320 miliar dan frekuensi 1,1 juta kali. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 192 saham menguat, 381 saham melemah, dan 141 saham stagnan.

Di tengah pergerakan tersebut, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG masih berpeluang menguji area resistansi 5.100–5.125. Namun, investor perlu mewaspadai potensi aksi ambil untung (profit taking) di tengah ketidakpastian pasar.

Dalam riset hariannya, Phintraco Sekuritas mencatat tekanan dari pasar global masih menjadi perhatian. Bursa saham Wall Street ditutup melemah tajam pada Kamis (5/11/2026), bahkan mencatatkan penurunan harian terburuk sejak periode setelah Liberation Day.

"Pelemahan tersebut terutama dipicu aksi jual saham sektor teknologi. Investor mulai mengkhawatirkan potensi perlambatan pembangunan pusat data (data center) yang selama ini menjadi salah satu pendorong pertumbuhan sektor teknologi," tulis Phintraco Sekuritas.

Dari Amerika Serikat (AS), klaim awal pengangguran (initial jobless claims) turun 6.000 menjadi 189.000 pada pekan lalu. Meski demikian, pasar masih menantikan data ketenagakerjaan nonpertanian (nonfarm payrolls) yang dijadwalkan rilis Jumat (6/11/2026) untuk melihat lebih jauh kondisi pasar tenaga kerja AS.

Baca Juga: IHSG Anjlok 1,48% ke Bawah 5.000 pada Awal Perdagangan Jumat

Baca Juga: IHSG Berpeluang Uji 5.125, Investor Perlu Waspadai Aksi Profit Taking

Pergerakan aset global juga menunjukkan sentimen yang beragam. Harga minyak mentah Brent naik lebih dari 3% pada Kamis (5/11/2026), sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun lebih dari 5 basis poin ke 4,839%. Harga emas spot turut menguat 1% ke US$4.100 per troy ounce.

Dari dalam negeri, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,47% secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal III 2026. Capaian ini menjadi salah satu sentimen domestik yang dicermati investor di tengah gejolak pasar global.

Dengan mempertimbangkan berbagai sentimen tersebut, IHSG dinilai masih berpeluang bergerak menuju area 5.100–5.125. Namun, potensi penguatan tetap perlu diwaspadai karena aksi ambil untung dapat terjadi selama ketidakpastian pasar masih tinggi.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan