- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Haji Isam dan Low Tuck Kwong Akhirnya Satu Panggung, Ada Apa dengan BYAN?
Oleh: Unggahan Instagram @alwincc
Kredit Foto: AI
Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam hadir bersama pendiri PT Bayan Resources Tbk (BYAN), Dato' Low Tuck Kwong dalam BayRun for Charity 2026 di Jakarta, Minggu (8/11/2026) pagi. Kemunculan keduanya mencuri perhatian usai Haji Isam melalui PT Jhonlin Baratama menjadi pemegang saham langsung terbesar BYAN.
BayRun for Charity 2026 sendiri merupakan event lari amal tahunan yang diselenggarakan oleh PT Bayan Resources Tbk melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) Bayan Peduli. Acara ini digelar pada Minggu, 8 November 2026 di Plaza Parkir Timur, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.
Untuk diketahui, struktur kepemilikan PT Bayan Resources Tbk (BYAN) berubah signifikan setelah PT Jhonlin Baratama, perusahaan pertambangan milik Haji Isam kini menjadi pemegang saham langsung terbesar dengan kepemilikan 30,25% atau 10,084 miliar saham.
Berdasarkan laporan perubahan kepemilikan efek (LBRE) Oktober 2026, kepemilikan langsung pendiri Bayan Resources, Dato' Low Tuck Kwong, turun menjadi 8,3% (2,76 miliar saham) per 31 Oktober 2026, dari 40,25% pada akhir September 2026. Penurunan sekitar 31,95% itu terjadi setelah pengalihan saham kepada Jhonlin Baratama rampung.
Meski kepemilikan langsungnya menyusut, kendali Dato' Low belum otomatis berakhir. Putrinya, Elaine Low, tercatat memiliki 22,002% (7,33 miliar saham), sedangkan Low Nyi Ngo menguasai 0,187% (62,36 juta saham). Jika digabungkan dengan kepemilikan langsung Dato' Low, totalnya mencapai 30,489%.
Baca Juga: Terkuak! Haji Isam Ternyata Prime Customer Bank Mandiri
Baca Juga: Haji Isam Gadai Saham JARR dan PGUN ke Bank Mandiri, OJK Beberkan Aturan Mainnya
Laporan tersebut juga masih mencatat Dato' Low sebagai pemilik manfaat akhir atau ultimate beneficial owner (UBO) dengan kepemilikan agregat 30,31%. Sementara itu, PT Sumber Suryadana menguasai 10% saham BYAN.
Perubahan struktur pemegang saham turut diikuti kenaikan porsi saham publik (free float) menjadi 23,29% pada akhir Oktober 2026, dari 21,29% pada bulan sebelumnya. Jumlah investor BYAN berdasarkan Single Investor Identification (SID) tercatat sebanyak 8.019.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Editor: Dian Ihsan