Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pramono Minta PAM Jaya dan PAL Jaya Tak Lagi Gali Jalan Sendiri-sendiri

Pramono Minta PAM Jaya dan PAL Jaya Tak Lagi Gali Jalan Sendiri-sendiri Kredit Foto: Syarief Muhammad Syafiq
Warta Ekonomi, Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta seluruh pihak yang melakukan pekerjaan galian di Jakarta tidak lagi berjalan sendiri-sendiri. Ia menegaskan, PAM Jaya, PAL Jaya, dan instansi terkait harus berkoordinasi agar penggalian jalan tidak tersebar di banyak titik dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Pramono mengatakan, pekerjaan galian sebelumnya dilakukan secara terpisah oleh masing-masing pihak, termasuk untuk kebutuhan jaringan air dan limbah. Kini, ia meminta seluruh pekerjaan tersebut dikoordinasikan karena penanganannya menjadi tanggung jawab bersama.

"Dulu PAM JAYA sendiri, PAL JAYA sendiri, kemudian untuk limbah sendiri. Sekarang enggak boleh. Karena memang bagaimana pun galian ini menjadi tanggung jawab untuk kita selesaikan bersama," kata Pramono dalam konferensi pers Jekate Run 2026 di Halte Bendungan Hilir PAM Jaya, Minggu (8/11/2026).

Ia juga mengaku telah meminta PAM Jaya dan seluruh pihak yang berkepentingan dengan pekerjaan galian agar menyelaraskan pelaksanaannya. Menurutnya, koordinasi diperlukan supaya keberadaan galian tidak terlalu banyak dan mengganggu kegiatan warga.

"Dan galian itu selalu terasosiasi dengan PAM JAYA. Untuk itu saya sudah meminta kepada PAM JAYA dan semua yang kemudian harus menggali, harus dilakukan terkoordinasi," kata dia.

Baca Juga: Pramono Ajak Investor Tanamkan Modal di Jakarta, Bidik Sektor Transportasi hingga Pengelolaan Sampah

Pramono turut menyoroti kenyamanan masyarakat yang mengikuti kegiatan car free day (CFD) di kawasan Sudirman-Thamrin. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan ruang bagi warga untuk berolahraga, tetapi juga membuka peluang perputaran ekonomi jika kawasan ditata dengan baik.

"Sekarang banyak sekali tempat-tempat selama diatur dengan rapi mereka bisa kemudian ekonominya juga berjalan. Jadi, berbagai aspek terlibat di dalamnya," ujarnya.

Perhatian Pramono terhadap persoalan galian itu muncul setelah ia mengalaminya sendiri ketika berolahraga saat CFD, Minggu (8/11/2026). Saat berlari menuju Bendungan Hilir, ia mengaku sempat disalip sejumlah pelari yang memberikan peringatan mengenai keberadaan galian di jalur tersebut.

"Ketika lari tadi ada rombongan yang nyalip saya karena memang pelari, teriaknya 'Galian!'," tutur Pramono.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama