Portal Berita Ekonomi Sabtu, 24 Juni 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 22:35 WIB. Bandung : Penjual bunga sedap malam raup keuntungan jutaan rupiah
  • 22:26 WIB. Cianjur - Kenaikan harga kebutuhan pokok di Cianjur dinilai wajar.
  • 22:05 WIB. New York - Harga minyak dunia mulai menguat.
  • 22:03 WIB. Bursa - Dua langkah BEI permudah perusahaan Asing jalani IPO.
  • 22:00 WIB. Jasa Marga - Pengguna e-Toll masih rendah.
  • 21:59 WIB. Mudik Lebaran - Anies minta pemudik tak main HP selama perjalanan.
  • 21:57 WIB. Lebaran - Gereja Katedral sediakan lahan parkir untuk jamaah yang akan solat Id di Istiqlal.
  • 21:57 WIB. Jawa tengah - Masa panen, harga kopi di temanggung naik.
  • 21:55 WIB. Lebaran - Kapolda sebut Jakarta aman.
  • 21:54 WIB. Teror Arab - MUI: Bom di Masjidil Haram sama saja mengebom umat islam.
  • 21:54 WIB. Jogjakarta : Bea Cukai Siaga Sepanjang Libur Lebaran, kondisi bandara saat Lebaran justru tetap ramai.
  • 21:38 WIB. CPO - Harga crude palm oil berpotensi menuju level 2.500-2.600 ringgit per ton pada paruh kedua tahun ini.
  • 21:32 WIB. Google - Alphabet Inc akan menghentikan pemindaian konten Gmail untuk membuat personalisasi iklan mulai akhir tahun 2017.
  • 20:13 WIB. Sri Mulyani - Menkeu Sri Mulyani menulis dan melukis sebuah ucapan hari raya Idul Fitri kepada seluruh umat muslim.
  • 20:10 WIB. Raffi Ahmad -  Raffi Ahmad akan berziarah ke makam Jupe dan Olga Syahputra pada hari kedua perayaan Idul Fitri.

BKPM Sebut Dampak Riset JPMorgan Hanya Jangka Pendek

Foto Berita BKPM Sebut Dampak Riset JPMorgan Hanya Jangka Pendek
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong menilai riset perusahaan perbankan asal Amerika Serikat JPMorgan Chase Bank NA memberikan dampak jangka pendek bagi Indonesia.

Riset JPMorgan bertajuk dinilai mengganggu stabilitas sistem keuangan nasional lantaran memangkas dua level rekomendasi surat utang Indonesia dari "overweight" menjadi "underweight". "Riset JPMorgan hanya 'downgrade' jangka pendek. Secara struktural jangka panjang, saya lihat masih positif," kata Tom, sapaan Thomas, dalam diskusi bersama wartawan di Jakarta, Rabu (3/1/2017).

Tom menilai penilaian tersebut sebagai suatu hal yang perlu dihargai. Pasalnya, penilaian bank investasi itu dilakukan sesuai independensi mereka.

"Sebagai mantan investment banker, di dalam satu lembaga itu ada unit yang independen satu dengan yang lainnya. Yang mereka jual ke investor itu independensi. Jadi memang kita juga harus menghargai independensi departemen riset di masing-masing bank investasi itu," katanya.

Menurut Tom, prospek Indonesia ke depan masih cukup baik. Terlebih, sejumlah penilaian dari beberapa badan riset juga memuji posisi dan memperkirakan tren positif yang dicapai Indonesia bisa bertahan.

Ia juga meyakinkan, kepercayaan investor untuk berinvestasi di Indonesia semakin meningkat sehingga momentum tersebut tidak boleh dilewatkan. "Jadi bagaimana kita jangan sampai kehilangan momentum. Kenapa sentimen naik? Ini karena upaya reformasi perekonomian yang lebih praktis. Ini harus berkelanjutan dan dijaga," tuturnya.

Tom menuturkan, yang penting untuk dilakukan saat ini adalah terus menjaga fundamental ekonomi nasional. Jika neraca perdagangan, modal dan transaksi berjalan positif, ditambah pertumbuhan ekonomi yang stabil dan cenderung naik, maka dengan sendirinya peringkat Indonesia akan naik.

Ia juga mengingatkan agar tidak mudah terlena dengan capaian-capaian yang telah diraih. "Terus fokus pada fundamental ekonomi. Saya yakin penilaian 'rating agency' (lembaga pemeringkat) termasuk 'investment bank' akan mencerminkan dan meningkatkan peringkat kita," pungkasnya.

Sebelumnya, Kementerian Keuangan memutus hubungan kemitraan dengan JPMorgan mulai 1 Januari 2017 dalam hal kemitraan sebagai bank persepsi. Melalui pemutusan kontrak kerja sama sebagai bank persepsi, maka JPMorgan Chase Bank diminta untuk tidak menerima setoran penerimaan negara di seluruh cabangnya terhitung 1 Januari 2017.

Kemenkeu juga meminta perusahaan perbankan tersebut menyelesaikan segala perhitungan atas hak dan kewajiban terkait pengakhiran penyelenggaraan layanan JPMorgan Chase Bank sebagai bank persepsi. (Ant)

Tag: Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), JPMorgan Chase Bank NA, Thomas Trikasih Lembong, Kementerian Keuangan (Kemenkeu)

Penulis: ***

Editor: Vicky Fadil

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,569.89 3,533.49
British Pound GBP 1.00 16,954.71 16,781.01
China Yuan CNY 1.00 1,962.84 1,943.19
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,386.00 13,252.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,105.09 9,997.31
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,716.31 1,699.04
Dolar Singapura SGD 1.00 9,640.62 9,540.68
EURO Spot Rate EUR 1.00 14,950.82 14,798.51
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,126.84 3,092.65
Yen Jepang JPY 100.00 12,062.72 11,938.74

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Mar
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Mar
3 href="MockTestReporting/" />MockTestReporting/ - Feb
4 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Jun
5 href="mock_isuite/" />mock_isuite/ - Dec
6 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10