Portal Berita Ekonomi Kamis, 19 Januari 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • KPK - KemenPAN RB akan berkoordinasi dengan KPK untuk mencegah jual beli jabatan di daerah
  • F35 - Departemen Pertahanan AS menyepakati kontrak senilai US$ 9 Miliar dengan Lockheed Martin Corp untuk pemelian pesawat F35.
  • Australia Open - Wozniacki lolos ke babak ketiga Australia Open usai mengalahkan Vekic dengan skor 6-1, 6-3.
  • JK - Wapres JK terima kunjungan Menlu India Vijay Kumar Singh di Kantor Wapres, Jakarta.
  • Gorontalo - Kabupaten Gorontalo dapat bantuan hibah 180 lampu LED dari Kementerian ESDM.
  • NTT - ASITA minta pemerintah tertibkan guide yang tidak berlisensi di NTT.
  • Mali - PBB kutuk serangan bom bunuh diri di satu kamp militer di Mali.
  • Gorontalo - Pemkab Gorontalo nyatakan siap dukung program prioritas dari Kemensos.

2017, Pemerintah akan Angsur Biaya Proyek "LRT" Jabodetabek dan Tangerang Rp1 Triliun

Foto Berita 2017, Pemerintah akan Angsur Biaya Proyek
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Pemerintah akan mengangsur biaya pengerjaan proyek "light rail transit" (LRT/kereta ringan) di Jabodebek dan Palembang sebesar masing-masing Rp1 triliun pada 2017 kepada dua kontraktor. PT Adhi Karya Tbk menjadi kontraktor untuk LRT Jabodebek, sementara PT Waskita Karya Tbk bertanggung jawab untuk pembangunan LRT di Palembang, Sumatera Selatan.

"Dari pemerintah kami bayar masing-masing Rp1 triliun. Jadi Rp1 triliun untuk LRT Jabodebek dan LRT Palembang Rp1 triliun," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi seusai rapat koordinasi di Kemenko Kemaritiman Jakarta, Rabu (11/1/2017). Menurut mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) itu, pemerintah memang masih melakukan pembicaraan mengenai pendanaan pengganti biaya konstruksi yang masih dibebankan kepada kontraktor.

"Atas angsuran itu sendiri, kami akan bicara dengan Menteri Keuangan pada minggu ini untuk dicari solusinya dengan pendanaan apa, apakah dengan pinjaman bank, sukuk atau lainnya. Nanti Menkeu (yang tentukan)," ujarnya.

Berdasarkan Perpres 55 Tahun 2016 Tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 116 Tahun 2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Kereta Api Ringan/Light Rail Transit di Provinsi Sumatera Selatan dan Perpres 65 Tahun 2016 Tentang Perubahan atas Perpes Nomor 98 Tahun 2015 Tentang Percepatan Penyelenggara Kereta Api Ringan/Light Rail Transit Terintegrasi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi bahwa pembiayaan proyek LRT masih bersumber dari APBN.

Direktur Utama PT Adhi Karya Tbk Budi Harto, dalam kesempatan yang sama, mengatakan pembayaran pengganti biaya pengerjaan proyek akan dilakukan bertahap dari total biaya sekitar Rp23,5 triliun. Meski tahun ini akan mendapat penggantian sebesar Rp1 triliun, Budi Harto mengaku belum ada kepastian periode penggantian biaya konstruksi karena masih harus dibicarakan dengan Kementerian Keuangan. "Belum dipastikan sampai 2024 atau kapan, nanti dikaji Kemenkeu dulu," imbuhnya.

Ada pun hingga saat ini, ia mengaku perseroan sudah mengeluarkan Rp2 triliun untuk pembangunan awal. "Untuk tahun ini kami menganggarkan biaya untuk LRT sebesar Rp7 triliun," ucapnya. Budi Harto menambahkan, untuk memenuhi kebutuhan pendanaan, perseroan akan menerbitkan obligasi. Namun, ia mengaku masih terus mempertimbangkan opsi lain termasuk pinjaman dari perbankan. "Berapa komposisinya, masih dipelajari," ujarnya.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan memastikan pendanaan proyek LRT Jabodebek tidak bermasalah. Ada pun angsuran yang diberikan pemerintah untuk mengganti biaya pengerjaan proyek juga termasuk pemberian penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp2 triliun.

"Kami tadi bicarakan dengan Menhub dan Kemenkeu supaya proyek ini kontinuitasnya bisa selesai 2019. Pendanaannya kami lihat yang terbaik, apakah sukuk atau apa. Mungkin minggu depan kita akan dapat gambaran lebih jelas lagi," tambahnya. (Ant)

Tag: Infrastruktur, Light Rail Transit/LRT

Penulis: ***

Editor: Sucipto

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5294.784 27.846 541
2 Agriculture 1919.455 33.515 21
3 Mining 1403.235 7.104 43
4 Basic Industry and Chemicals 536.483 2.143 66
5 Miscellanous Industry 1347.813 12.896 42
6 Consumer Goods 2352.629 17.077 39
7 Cons., Property & Real Estate 521.724 3.122 63
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1055.541 2.528 56
9 Finance 806.133 4.369 89
10 Trade & Service 846.283 -0.890 122
No Code Prev Close Change %
1 DGIK 68 85 17 25.00
2 UNIC 1,755 2,190 435 24.79
3 OASA 364 454 90 24.73
4 GZCO 83 103 20 24.10
5 MTSM 374 456 82 21.93
6 SKLT 695 795 100 14.39
7 ADMG 138 155 17 12.32
8 BWPT 286 320 34 11.89
9 SRIL 230 256 26 11.30
10 IKBI 316 350 34 10.76
No Code Prev Close Change %
1 MAYA 3,200 2,400 -800 -25.00
2 ARII 486 366 -120 -24.69
3 HOTL 180 145 -35 -19.44
4 VINS 84 75 -9 -10.71
5 CNTX 865 800 -65 -7.51
6 PICO 216 200 -16 -7.41
7 PGLI 59 55 -4 -6.78
8 SMDM 95 89 -6 -6.32
9 SAFE 80 75 -5 -6.25
10 RMBA 450 422 -28 -6.22
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 230 256 26 11.30
2 BIPI 137 136 -1 -0.73
3 BWPT 286 320 34 11.89
4 DGIK 68 85 17 25.00
5 GZCO 83 103 20 24.10
6 BUMI 420 426 6 1.43
7 BABP 73 76 3 4.11
8 DYAN 64 65 1 1.56
9 SMDM 95 89 -6 -6.32
10 MCOR 193 210 17 8.81