Portal Berita Ekonomi Jum'at, 28 Juli 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 22:07 WIB. Gadget - Samsung rilis Galaxy J5 Pro dan J7 Pro di Indonesia.
  • 22:05 WIB. Qatar - Uni Emirat Arab imbau agar bank bekukan rekening kelompok yang tekait dengan Qatar.
  • 22:05 WIB. Operator - KPPU: Konsolidasi akan membawa kompetisi antaroperator menjadi lebih sehat.
  • 22:04 WIB. Operator - YLKI: Tarif telekomunikasi baik voice, SMS maupun data seharusnya dikembalikan kepada apa yang dibutuhkan konsumen.
  • 22:03 WIB. Yerusalem - Para pemimpin umat Muslim di Yerusalem ajak para jamaah untuk beribadah kembali di Al-Aqsa.
  • 22:02 WIB. Operator - Alexander Rusli: Opsi konsolidasi bisa memecahkan kebuntuan dalam hal tarif.
  • 22:01 WIB. Israel - Tayyip Erdogan: Israel manfaatkan perpecahan umat Islam.
  • 22:01 WIB. Operator - ATSI: Potensi mobile broadband di Indonesia masih sangat besar.
  • 22:00 WIB. Ukraina - Ukraina setujua sanksi yang diberikan Amerika Serikat kepada Rusia.
  • 22:00 WIB. Operator - BRTI akan segera matangkan formula tarif sesuai amanat pasal 28 UU no.36 tahun 1999 tentang telekomunikasi.
  • 21:59 WIB. Nicolas Maduro - Maduro kepada Trump: stop campuri urusan dalam negeri kami.
  • 21:58 WIB. Operator - Rudiantara: Harus ada kompetisi, sehingga masyarakat mendapat opsi produk maupun layanan.
  • 21:56 WIB. Operator - Rudiantara: Saya tidak menetapkan floor price (batas bawah), tetapi membuat formula tarif data.
  • 21:51 WIB. e-Commerce - eBay hadirkan fitur baru yang bisa cari barang pakai foto.
  • 21:47 WIB. Gadget - Samsung: Sekarang ponsel sudah tidak sekedar selfie lagi.

2019, Biofarma Siap Genjot Produksi Vaksin

Foto Berita 2019, Biofarma Siap Genjot Produksi Vaksin
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Perseroan Terbatas Bio Farma (Persero) siap menggenjot produksi hingga seperempat produk dari total produksi saat ini dengan meluncurkan sejumlah vaksin dan produk bioteknologi baru pada 2019.

Direktur Produksi Bio Farma Juliman di Bandung, Senin (20/3/2017), mengatakan perseroan sedang menyiapkan fasilitas untuk menambah kapasitas produksi dengan penambahan gedung baru.

"Produksi saat ini lebih dari dua miliar dosis per tahun. Pada 2019 bisa di atas 2,1 miliar," kata Juliman.

Penambahan produksi tersebut dikarenakan Bio Farma akan meluncurkan beberapa vaksin baru pada 2019 seperti tifoid konjugat untuk penyakit tifus, peunom untuk penyakit peunomia atau paru-paru, rotavirus untuk diare, dan produk biosimilar untuk pengobatan kanker payudara.

Manager Proyek Integrasi Divisi Pengembangan Bio Farma Erman Tritama mengungkapkan perseroan saat ini sudah memiliki satu gedung baru dengan enam lantai untuk penambahan kapasitas produksi.

Erman menyebut tiap lantai bisa memproduksi minimal 100 juta dosis vaksin. "Jadi satu gedung itu minimal bisa tambah 500 juta dosis," kata dia. Dengan begitu penambahan gedung baru tersebut bisa meningkatkan kapasitas produksi jadi 2,5 miliar dosis setahun.

Namun dia menyebutkan vaksin baru yang diharapkan akan diluncurkan pada 2019 diproduksi masing-masing minimal sebanyak 20 juta dosis. Sehingga penambahan jumlah produksi pada 2019 setidaknya di atas 2,1 miliar dosis per tahun.

"Untuk produksi awal biasanya kita siapkan untuk kebutuhan dalam negeri dulu, minimal 20 juta dosis," kata dia. Juliman menegaskan bahwa untuk memproduksi vaksin baru harus dilakukan secara bertahap.

Dia menjelaskan dalam pembangunan kapasitas produksi vaksin harus memiliki fasilitas dan peralatan berkualitas tinggi dan membutuhkan persyaratan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) atau Badan Kesehatan Dunia (WHO) agar bisa dipasarkan di kancah global. (ant)

Tag: PT Bio Farma (Persero)

Penulis: ***

Editor: Sucipto

Foto: Rahmat Saepulloh

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,568.91 3,532.23
British Pound GBP 1.00 17,578.60 17,390.65
China Yuan CNY 1.00 1,988.20 1,968.29
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,382.00 13,248.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,756.45 10,646.09
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,713.88 1,696.70
Dolar Singapura SGD 1.00 9,868.00 9,767.75
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,709.13 15,550.50
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,130.29 3,096.77
Yen Jepang JPY 100.00 12,062.38 11,938.36

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5819.744 19.538 558
2 Agriculture 1759.212 -13.672 18
3 Mining 1476.315 11.014 44
4 Basic Industry and Chemicals 609.760 -2.435 67
5 Miscellanous Industry 1381.134 -5.283 41
6 Consumer Goods 2489.438 4.981 45
7 Cons., Property & Real Estate 482.613 0.979 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1194.315 -1.733 60
9 Finance 973.967 10.404 89
10 Trade & Service 925.324 2.351 129
No Code Prev Close Change %
1 IBST 2,000 2,500 500 25.00
2 PADI 635 790 155 24.41
3 GEMS 2,300 2,800 500 21.74
4 GAMA 50 60 10 20.00
5 ASBI 362 434 72 19.89
6 SMMA 7,975 9,550 1,575 19.75
7 TRAM 83 99 16 19.28
8 ASJT 505 600 95 18.81
9 HDFA 193 220 27 13.99
10 RBMS 102 116 14 13.73
No Code Prev Close Change %
1 ENRG 300 226 -74 -24.67
2 HDTX 498 382 -116 -23.29
3 MFMI 970 830 -140 -14.43
4 TALF 350 300 -50 -14.29
5 AKPI 900 775 -125 -13.89
6 FINN 350 306 -44 -12.57
7 MABA 2,030 1,800 -230 -11.33
8 UNIT 278 250 -28 -10.07
9 TGKA 2,190 2,000 -190 -8.68
10 KOIN 320 300 -20 -6.25
No Code Prev Close Change %
1 INPC 93 92 -1 -1.08
2 SRIL 370 360 -10 -2.70
3 SCMA 2,170 2,270 100 4.61
4 ASBI 362 434 72 19.89
5 TRAM 83 99 16 19.28
6 TLKM 4,700 4,650 -50 -1.06
7 PBRX 505 505 0 0.00
8 AISA 1,175 1,195 20 1.70
9 CTRA 1,075 1,020 -55 -5.12
10 WSBP 472 476 4 0.85