Portal Berita Ekonomi Minggu, 20 Agustus 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 02:08 WIB. Ligue 1 (20/8) - Marseille 3 - 3 Bordeaux
  • 02:07 WIB. Bundesliga (19/8) - Werder Bremen 0 - 3 Borussia Dortmund
  • 02:06 WIB. Bundesliga (19/8) - Hoffenheim 1 - 0 Werder Bremen
  • 02:04 WIB. Serie A (20/8) - Juventus 3 - 0 Cagliari
  • 01:54 WIB. EPL (19/8) - Stoke City 1 - 0 Arsenal
  • 01:52 WIB. EPL (19/8) - Liverpool 1 - 0 Crystal Palace
  • 22:44 WIB. Gadget - Asus bakal gelar peluncuran Zenfone 4 Max Pro pada 7 September mendatang.
  • 22:39 WIB. Gadget - Nokia 8 sudah tersedia secara pre-order untuk beberapa negara di Eropa.
  • 22:38 WIB. Gadget - Xiaomi meluncurkan smartphone baru bernama Coolpad Cool M7 di Tiongkok.
  • 22:28 WIB. Google - Google: Google Home dapat mempermudah pengguna yang kesulitan mencari nomor kontak.
  • 22:26 WIB. Google - Google resmi menghadirkan fitur menelepon yang dapat diakses lewat perangkat Google Home.
  • 22:22 WIB. Uber - CEO Uber: Tuntutan hukum oleh Benchmark Capital merupakan serangan pribadi dan publik yang tidak berdasar.
  • 22:19 WIB. Apps - Google Search versi ringan (Lite) mampu menghemat konsumsi data, baik dari sisi kuota internet maupun penyimpanan di perangkat.
  • 22:18 WIB. Apps - Google tengah melakukan uji coba aplikasi Google Search versi ringan (Lite).
  • 21:36 WIB. EPL (19/8) - Southampton 3 - 2 West Ham

Holding BUMN Perkebunan Catatkan Kenaikan Laba 181%

Foto Berita Holding BUMN Perkebunan Catatkan Kenaikan Laba 181%
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Holding badan usaha milik negara (BUMN) sektor perkebunan mencatatkan laba bersih sebesar Rp488 miliar per April 2017. Torehan laba tersebut meningkat 181% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang mencatatkan kerugian sebesar Rp604 miliar.

Direktur Utama PTPN III selaku pemimpin holding BUMN perkebunan Dasuki Amsir menjelaskan laba tersebut ditopang peningkatan penjualan karena dampak meningkatnya produktivitas tanaman. Selain itu, pihaknya juga berhasil menekan harga pokok serta didorong oleh kenaikan harga komoditas.

"Perseroan tahun ini terus fokus untuk meningkatkan produktvitas dan efisiensi supaya tercapai harga produksi yang efisien dan konsisten sehingga apabila terjadi penurunan harga komoditas tidak akan berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan," kata Dasuki saat dijumpai di Jakarta, Senin (5/6/2017).

Dasuki menambahkan hingga April 2017 pihaknya mampu mencatatkan kenaikan penjualan sebesar Rp11,2 triliun atau tumbuh 35% dibanding periode yang sama pada 2016 sebesar Rp8,3 triliun. Kenaikan sales ditopang oleh peningkatan produktivitas crude palm oil (CPO) kebun sendiri sebesar 19% dan karet kering sebesar 5% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

"Jadi, pencapaian laba bersih konsolidasi sebesar Rp488 miliar, bukan saja berkah dari kenaikan harga komoditas, namun dari hasil evaluasi kami perbaikan kinerja yang terjadi dikarenakan adanya perubahan budaya kerja dan efisiensi dalam operasional baik di on farm ataupun off farm," kata Dasuki.

Ia menambahkan bahwa dari sisi perbaikan operasional manajemen juga mampu mencatatkan net operating cash flow senilai Rp1,5 triliun atau meningkat sebesar 373% dibandingkan dengan periode yang sama pada 2016 sebesar Rp327 miliar.

Dasuki menjelaskan perbaikan kinerja keuangan pun terus meningkat seiring dengan kembalinya kepercayaan perbankan. Hal ini juga terefleksi dari indikasi keuangan di awal tahun sudah menunjukkan hasil yang baik.

"Program dan strategi turn arround masih kami jalankan karena dampaknya cukup terlihat dalam kinerja keuangan yang terus membaik," ujarnya.

Untuk tahun ini Holding BUMN Perkebunan akan fokus pada peningkatan produktvitas dan menekan efisiensi supaya dapat tercapai harga produksi yang efisien dan konsisten sehingga apabila terjadi penurunan harga komoditas tidak akan berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan.

Dasuki mengatakan Holding Perkebunan perlu menerapkan efisiensi di berbagai lini dengan memperhatikan struktur biaya perusahaan. Salah satu bentuk efisiensi antara lain, pengadaan pupuk oleh Holding Perkebunan yang diyakini bisa menekan harga lebih efisien dan kompetitif serta mengendalikan penggunaan pupuk secara cermat sesuai kebutuhan.

Sedangkan untuk meningkatkan produktivitas dalam menjalankan operasional, manajemen memastikan pengelolaan dan prosesnya berjalan baik sesuai SOP mulai dari teknis penanaman, perawatan, pemupukan, panen, hingga pengangkutan ke pabrik pengolahan.

"Dalam mencapai target ini perlu dukungan pengembangan TI agar datanya akurat dalam mengontrol produktivitas dan efisiensi serta dalam membuat keputusan," pungkas Dasuki.

Penulis: Moch Januar Rizki

Tag: PTPN III (Persero) Holding, Dasuki Amsir

Penulis: Redaksi

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,582.57 3,546.65
British Pound GBP 1.00 17,306.97 17,133.02
China Yuan CNY 1.00 2,012.92 1,992.84
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,435.00 13,301.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,606.93 10,499.81
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,717.22 1,699.98
Dolar Singapura SGD 1.00 9,842.49 9,740.04
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,764.63 15,602.07
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,128.06 3,094.70
Yen Jepang JPY 100.00 12,279.50 12,153.69

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5893.841 1.892 559
2 Agriculture 1744.418 -4.747 18
3 Mining 1511.362 10.536 44
4 Basic Industry and Chemicals 611.257 -6.211 67
5 Miscellanous Industry 1346.700 2.582 41
6 Consumer Goods 2518.118 23.928 45
7 Cons., Property & Real Estate 508.533 -2.509 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1240.969 -0.009 60
9 Finance 981.748 -4.628 89
10 Trade & Service 924.803 1.544 130
No Code Prev Close Change %
1 BIMA 91 116 25 27.47
2 TGRA 400 500 100 25.00
3 FISH 2,400 3,000 600 25.00
4 WAPO 81 101 20 24.69
5 ALKA 244 304 60 24.59
6 CMPP 244 304 60 24.59
7 MLPT 446 555 109 24.44
8 PUDP 515 640 125 24.27
9 LION 820 975 155 18.90
10 PTRO 990 1,125 135 13.64
No Code Prev Close Change %
1 BRAM 13,850 11,100 -2,750 -19.86
2 BPFI 500 450 -50 -10.00
3 WINS 264 242 -22 -8.33
4 KBLV 980 900 -80 -8.16
5 BBHI 183 170 -13 -7.10
6 DGIK 74 69 -5 -6.76
7 PYFA 206 194 -12 -5.83
8 TGKA 2,500 2,370 -130 -5.20
9 TPIA 24,575 23,300 -1,275 -5.19
10 MAMI 78 74 -4 -5.13
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 348 344 -4 -1.15
2 VRNA 98 95 -3 -3.06
3 MPPA 690 750 60 8.70
4 MLPL 214 218 4 1.87
5 GGRM 70,950 74,000 3,050 4.30
6 BBCA 18,900 18,700 -200 -1.06
7 PGAS 2,120 2,160 40 1.89
8 TLKM 4,770 4,780 10 0.21
9 HMSP 3,690 3,740 50 1.36
10 ASII 7,850 7,900 50 0.64