Sampai Sejauh Mana Fungsi Masker? Berikut Penjelasannya
Kredit Foto: SINDOnews
Polusi udara kian hari kian bertambah buruk. Alhasil, kualitas udara yang kita hirup semakin menurun. Masker digunakan banyak orang dengan tujuan mencegah dan melindungi diri dari polusi udara yang dapay menurunkan kondisi kesehatan tubuh. Penggunaan masker cukup serupa dengan penggunaan respirator untuk di dalam maupun di luar ruangan.
Untuk kasus ini, penggunaan respirator dan masker seharusnya sudah menjadi kebiasaan dan kebutuhan untuk melindungi diri dalam berkegiatan sehari-hari. Idealnya, respirator dan masker memiliki filter atau penyaring debu, kotoran dan partikel.
"Oleh karenanya, sangat penting bagi masyarakat untuk memilih respirator dan masker yang filternya disesuaikan dengan kondisi dan kegiatan mereka, baik saat berada di dalam maupun luar ruangan," tutur Dr. dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P(K) selaku Ketua Departmen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia saat acara peluncuran produk Nexcare di hotel Aston Kuningan, Jakarta, Senin (5/8/2019).
Jenis masker ada dua, yakni masker sederhana dan respirator. Masker sederhana mudah ditemui karena banyak dijual di supermarket dengan warna dan motif yang beragam. Umumnya, masker jenis ini digunakan untuk menyaring partikel yang lebih besar, serta digunakan untuk mereka yang sedang terinfeksi dengan tujuan menghindari penyebaran virus dan bakteri.
Dr. Agus menegaskan untuk penggunaan masker sebaiknya diperhatikan betul caranya, supaya fungsi dari masker tersebut dapat dirasakan dengan baik. Selain itu masker ada masa pakainya, yakni maksimal 8 jam hanya sekali pakai.?
"Pemakaiannya jangan keliru. Nggak bisa bolak balik. Luar ya untuk luar, dalam ya untuk dalam. Jangan atas untuk bawah, bawah untuk atas. Nggak boleh dicuci karena pori-porinya melebar dan fungsinya akan menurun. Batas pemakaiannya hanya 6-8 jam. Sekali pakai itu 8 jam. Menurut penelitian, simpel masker efektif memfilterasi bisa sampai 30%," ujarnya.
Sementara itu, menurut dr. Agus, respirator dapat memfilterasi 95% debu, kotoran dan partikel sehingga respirator dianjurkan dikenakan untuk kegiatan di luar ruangan yang dapat membantu mengurangi paparan asap dan emisi gas buang. Kendati demikian, tidak semua orang dianjurkan menggunakan respirator. Ada beberapa kelompok yang tidak dapat menggunakan respirator lantaran dapat memicu keluhan pernafasan.
"Kalau kualitas udara buruk, respirator direkomendasikan. Respirator 95% nggak disarankan untuk anak-anak, ibu hamil, orang dengan penyakit asma, ISPA, karena sangat ketat. Jadi saya kira ini dapat menimbulkan keluhan nafas berat. Penggunaan masker tipe itu pada populasi yang disebutkan jadi menimbulkan napas yang lebih berat," imbuh dia.
Sementara, 3M melalui Nexcare menghadirkan berbagai varian produk respirator dan masker dengan filter untuk perlindungan baik untuk penggunaan di luar maupun di dalam ruangan. Mulai respirator KN95 untuk kegiatan di luar ruangan, Carbon Mask yang dapat membantu mengurangi paparan debu berukuran besar dan membantu mengurangi bau tidak sedap.
Alfia Wardah menjelaskan fungsi dasar masker yakni mengurangi paparan debu dan mengurangi risiko penularan penyakit melalui udara. Nexcare juga memberikan banyak varian masker mulai dari yang sederhana hingga yang unggul sekali pun.
"Sedangkan untuk dalam ruangan, Nexcare menghadirkan Daily Mask yang dapat membantu mengurangi paparan debu dan mengurangi resiko penularan penyakit yang tertular melalui bersin, batuk dan pilek. Yang terbaru, Daily Kids Mask, masker khusus anak dibuat mengikuti ukuran wajah anak dengan filter unggul dan memiliki motif yang menarik bagi anak-anak," pungkas Alfia Wardah selaku Director of Consumer Business Group, 3M Indonesia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Muhammad Syahrianto
Tag Terkait: