Danantara Patikan Kerja Sama PERMINAS dan New Energy Metals Dorong Hilirisasi
Kredit Foto: Annisa Nurfitri
Danantara Indonesia sebagai lembaga pengelola investasi strategis nasional mendukung kolaborasi antara PT Perusahaan Mineral Nasional (Persero) (PERMINAS) dan New Energy Metals Holdings Ltd (NEM) dalam pembangunan rantai pasok rare earth.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang menetapkan kerangka kerja untuk mengevaluasi potensi kolaborasi strategis terkait (i) sumber daya niobium dan rare earth elements (REE) Maboumine di Republik Gabon dan (ii) potensi inisiatif rantai nilai hilir rare earth di Republik Indonesia.
Kerja sama ini mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat integrasi hulu-hilir serta membangun rantai pasok rare earth yang tangguh dan berdaya saing global yang mencakup pengembangan sumber daya, pemrosesan, dan manufaktur lanjutan.
Sebagai platform investasi strategis nasional Indonesia, Danantara Indonesia berperan memastikan kerja sama ini selaras dengan agenda hilirisasi, penguatan rantai pasok mineral kritis, serta pengembangan kapabilitas pemrosesan dan manufaktur lanjutan melalui potensi pembiayaan dan partisipasi investasi strategis bersama PERMINAS, guna mendorong integrasi hulu-hilir yang berdaya saing global.
Chief Executive Officer Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengungkapkan fase berikutnya pertumbuhan industri Indonesia membutuhkan akses yang tangguh terhadap input strategis serta kemampuan untuk mengonversi input tersebut menjadi produk hilir yang berdaya saing global.
"Kerangka kerja sama ini selaras dengan ambisi tersebut dan mendukung pengembangan rantai nilai mineral kritis strategis yang berorientasi masa depan," ucapnya, dikutip dari siaran pers Danantara, Kamis (19/2).
Kepala Badan Industri Mineral (BIM), Brian Yuliarto, mengatakan kerja sama ini menandai fase baru dalam keterlibatan Indonesia di industri mineral kritis, termasuk rare earth elements.
"Kolaborasi dengan NEM mencerminkan meningkatnya kapasitas industri Indonesia serta kepercayaan mitra internasional terhadap potensi mineral kritis Indonesia. Melalui kemitraan ini, Indonesia bertujuan mendorong pengembangan industri dalam negeri sekaligus memperkuat partisipasinya dalam pasar mineral kritis global," ujarnya.
MoU ini menetapkan kerangka kerja bagi para pihak untuk mengevaluasi keterkaitan hulu-hilir, termasuk potensi Indonesia berperan sebagai platform pemrosesan hilir, manufaktur, dan integrasi industri, sejalan dengan mandat PERMINAS, prioritas industri nasional, serta ketentuan regulasi yang berlaku.
Sementara itu, President Director (CEO) PERMINAS, Gilarsi Wahju Setijono, menegaskan komitmen PERMINAS dalam mendorong pencapaian tujuan strategis Indonesia di sektor mineral kritis dan industrialisasi hilir.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: