Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pasien Covid-19 Sembuh Bertambah, Jabar Pede Terapkan New Normal

        Pasien Covid-19 Sembuh Bertambah, Jabar Pede Terapkan New Normal Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
        Warta Ekonomi, Bandung -

        Jumlah pasien sembuh Covid-19 di Jawa Barat terus bertambah. Berdasarkan data Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jawa Barat (Pikobar) sejak 23-26 Mei 2020 sudah mencapai 479 orang. Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat optimis bisa menerapkan New Normal yang digulirkan Pemerintah Pusat. 

        "Alhamdulillah pasien yang sembuh dari dua hari sebelumnya. Jadi bertambah 47 pasien yang sembuh dari 432 menjadi 479 orang," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat, Daud Ahmad kepada wartawan di gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (26/5/2020).

        Baca Juga: Kinerja Ridwan Kamil Dikritik, DPRD Jabar Fraksi PDIP: Lebih Banyak Bangun Opini

        Menurutnya, Pemdaprov Jabar akan terus mengikuti perkembangan kebijakan dalam penanganan Covid-19 secara nasional termasuk penerapan New Normal. Meski demikian, peraturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) akan tetap berlaku hingga  29 Mei 2020 mendatang.

        "Setiap minggu dievaluasi dalam rangka menentukan kebijakan  manajemen penanganan Covid-19 di Jabar. Berbagai pedoman itu  dikeluarkan dalam bentuk Peraturan Gubernur (Pergub)," ungkapnya.

        Berbeda dengan DKI Jakarta, Pemdaprov Jabar tidak mengeluarkan surat izin keluar masuk tapi lebih ke penyekatan wilayah perbatasan seperti Jawa Tengah dan Banten.

        "Aparat, Pemerintah Daerah setempat mengadakan penyekatan di perbatasan Jateng dan Banten termasuk di beberapa terminal," tegasnya.

        Ditanya soal kekhawatiran terjadinya gelombang II sebaran Covid-19, Daud menuturkan sebelumnya Jabar sejak awal sudah mempersiapkan infrastruktur penanganan Covid-19 dalam menghadapi kemungkinan terburuk tersebut. 

        Dia menyebutkan sampai saat ini tingkat hunian isolasi, rumah sakit bagi pasien terjangkit Covid-19 di Jabar hanya 30 persen bahkan tempat isolasi di BPSDM masih ada yang kosong sekitar 100 tempat tidur.

        "Mudah-mudahan tidak terjadi gelombang II. Kami juga sudah mempersiapkan itu semua. Ini sebagai langkah antisipasi. Sampai sekarang tempat tidur dan isolasi cuma 30 persen bahkan tempat isolasi pasien di instalasi militer belum digunakan," pungkasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Saepulloh
        Editor: Vicky Fadil

        Bagikan Artikel: