Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Ganjar Pranowo Amuk Kepala Sekolah SD Pungut Biaya

        Ganjar Pranowo Amuk Kepala Sekolah SD Pungut Biaya Kredit Foto: IST
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dibuat murka ketika mendapati adanya pengakuan dari seorang siswa Sekolah Dasar (SD) yang mengaku dimintai pungutan. Awalnya siswa itu menyebut pungutan sebagai bayaran (sekolah) saat Ganjar Pranowo menanyakannya.

        “Sekolah dimana? Sekolahnya bayar tidak di situ?” tanya Ganjar Pranowo seperti dikutip dari akun instagram pribadinya. Adegan tersebut berlangsung saat dirinya berada di tengah kerumunan siswa-siswa SD.

        “Bayarrr…” jawab semua anak itu dengan serentak. Sontak dengan mendengar jawaban anak-anak SD itu, Ganjar Pranowo pun nampak kaget sekaligus marah dengan naga tingginya.

        Kepala sekoah yang berada di lokasi tersebut berupaya untuk meluruskan dari jawaban anak-anak. Kepala sekolah menyebut dan mengistilahkan pungutan yang dimaksud murid-muridnya adalah infaq.

        Namun jawaban yang menjadi alasan tidak dapat diterima oleh Ganjar Pranowo. Bahkan dirinya berkeinginan untuk memecat kepala sekolah andaikan sekolah itu ada di bawah propinsi, bukan kabupaten.

        “Saya selalu mendapatkan laporan katanya sekolahnya gratis tapi bayar pak. Anda di bawah kabupaten, kalau di bawah propinsi sekarang tak eksekusi bro,” amuk Ganjar Pranowo.

        Siswa-siswa SD itu juga menceritakan berapa pungutan yang ditagihkan pihak sekolahnya kepada mereka. Kisaran pungutan yang ditagihkan berkisar di antara Rp 25 hingga 30 ribu.

        Bagi sang gubernur, tidak ada yang namanya infaq bagi sekolah. Bagi dirinya, gratis tidak ada lagi pungutan biaya apa pun yang dibebankan kepada siswa.

        “Infaq apa, enggak bayar itu titik. Jangan dikasih nama yang lain. Enggak bayar SPP tapi bayar infaq, ya tidak. Gratis itu harus tis tis, itu kalau tidak jadi pungli. Enggak bayar tapi infaq lebih gede timbang SPP, ya enggak boleh,” tegasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Ferry Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: