Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

'Jelaskan dengan Data', Ganjar Sebut Tuduhan Tiyo Ardianto Terkait dengan PDIP Hanya untuk Mengaburkan Masalah

'Jelaskan dengan Data', Ganjar Sebut Tuduhan Tiyo Ardianto Terkait dengan PDIP Hanya untuk Mengaburkan Masalah Kredit Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
Warta Ekonomi, Jakarta -

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan angkat bicara mengenai tuduhan kepemilikan jaringan politik dengan mantan Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto. Sejumlah politikus partai berlogo banteng tersebut membantah keras pernyataan yang dilemparkan oleh Aliansi BEM Bersatu.

Tudingan kedekatan politik ini bermula dari fasilitas kendaraan lapangan yang digunakan oleh mantan penggerak aksi mahasiswa tersebut. Pihak aliansi mahasiswa menemukan adanya keterkaitan kepemilikan mobil dengan keluarga purnawirawan jenderal TNI.

"Mobil Fortuner yang digunakannya diduga terdaftar atas nama Siti Nuraeni, adik Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso, yang merupakan besan Jenderal TNI (Purn) Andhika Perkasa, tokoh tim pemenangan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024. Dugaan ini diperkuat kehadiran politikus PDI Perjuangan, Andi Widjajanto, di tengah massa aksi," kata perwakilan BEM Bersatu Rahmat Djimbula.

Ketua DPP PDIP Ganjar Pranowo menilai tuduhan afiliasi tersebut merupakan upaya sengaja untuk mengaburkan substansi masalah. Ganjar menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki hak konstitusional penuh untuk mengawasi jalannya pemerintahan.

Baca Juga: Firdaus Oiwobo Polisikan Tiyo Ardianto, 'Kamu Anak Baru Kemarin Jadi Aktivis!'

"Melabeli aktivis atau warga yang kritis sebagai bagian dari kubu politik tertentu adalah cara paling mudah untuk menghindari substansi persoalan," ujar Ganjar Pranowo memberikan tanggapan resmi.

"Kalau ada kritik, jawab dengan data. Kalau ada masukan, respons dengan kebijakan. Jangan membangun narasi seolah-olah hanya pendukung pemerintah yang boleh berbicara, sementara yang kritis pasti dianggap lawan politik," lanjutnya menyayangkan pola pelabelan aktivis.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy