Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Manajemen PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) menggelontorkan dana Rp354,84 miliar untuk menyerap 813,87 juta saham perseroan melalui pelaksanaan management and employee stock option program (MESOP).
Transaksi tersebut dieksekusi secara serentak pada 18 Desember 2025 dengan harga pelaksanaan Rp436 per saham, sebagaimana keterbukaan informasi perseroan yang dikutip Senin, (29/12/2025).
Aksi pembelian saham oleh jajaran direksi dan manajemen ini merupakan bagian dari realisasi hak opsi saham yang telah disetujui sebelumnya.
Langkah tersebut dilakukan dalam periode pelaksanaan MESOP yang berlangsung sejak 15 Desember 2025 hingga 13 Januari 2026.
Melalui skema ini, perseroan memberikan kesempatan kepada pengurus untuk menambah kepemilikan saham secara langsung.
Direktur Utama BELI Kusumo Martanto menjadi pihak dengan nilai penyerapan terbesar. Ia mengambil 375.805.600 saham dengan total nilai transaksi sekitar Rp163,85 miliar.
Dengan eksekusi tersebut, kepemilikan saham Kusumo meningkat menjadi 182,33 juta saham atau setara 0,135 persen, dari sebelumnya 170,33 juta saham atau 0,127 persen.
Direktur BELI Lisa Widodo turut mengeksekusi hak opsinya dengan menyerap 154.560.800 saham senilai Rp67,33 miliar. Kepemilikan saham Lisa bertambah menjadi 39,55 juta saham atau 0,029 persen, meningkat dibandingkan posisi sebelum transaksi sebanyak 35,23 juta saham atau 0,026 persen.
Direktur lainnya, Hendry, menyerap 183.513.900 saham dengan nilai mencapai Rp80,01 miliar. Aksi ini meningkatkan kepemilikan saham Hendry menjadi 41 juta saham atau 0,03 persen, dari sebelumnya 34,97 juta saham atau 0,026 persen.
Sementara itu, Chief Financial Officer BELI Ronald Winardi mengeksekusi opsi atas 99.994.300 saham dengan nilai transaksi Rp43,59 miliar.
Baca Juga: 5 Keunggulan Nike Zegama 2, Harga Makin Menarik di Promo 12.12 Blibli
Pasca transaksi, kepemilikan saham Ronald tercatat sebanyak 46,27 juta saham atau 0,034 persen. Angka tersebut sedikit berubah dibandingkan sebelum transaksi yang berada di level 46,87 juta saham atau 0,035 persen, seiring adanya penyesuaian struktur saham beredar.
Pelaksanaan MESOP ini merupakan bagian dari program yang telah diumumkan perseroan dengan nilai maksimum mencapai Rp1,12 triliun.
Program tersebut mencakup penerbitan saham baru hingga 2,58 miliar saham dengan harga pelaksanaan Rp436 per lembar.
Secara rinci, MESOP III tahap III dialokasikan sebanyak 1,28 miliar saham dengan nilai Rp559,68 miliar. Adapun MESOP IV tahap I menyediakan hak opsi atas 1,3 miliar saham dengan nilai Rp566,8 miliar.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Uswah Hasanah
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: